spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBoltimTP-PKK Boltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Keluarga Tanggap Bencana

TP-PKK Boltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Keluarga Tanggap Bencana

DetailNews.id – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting serta meningkatkan kesiapsiagaan keluarga terhadap bencana, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pencegahan stunting dan pembentukan keluarga tanggap bencana.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Buyat Tengah pada Selasa, 27 Mei 2025 lalu, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat desa. Peserta yang hadir meliputi pengurus TP-PKK desa, Kader PPKBD dan Sub PPKBD, Kader Posyandu, Kader ILP, Kader KPM, serta perangkat desa setempat.

Ketua TP-PKK Desa Buyat Satu, Ifrawati Paputungan, yang turut hadir sebagai peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam menunjang program kerja PKK serta meningkatkan sinergi antar kader dalam penanganan stunting.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya sinergitas percepatan penurunan kasus stunting dan pembentukan keluarga tanggap bencana, yang dilaksanakan oleh Pokja IV TP-PKK Kabupaten Boltim,” ujar Ifrawati, yang juga merupakan istri dari Sangadi (Kepala Desa) Buyat Satu, Chandra Setiawan Modeong.

Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini memberikan banyak informasi dan wawasan baru bagi para kader. “Apa-apa yang menjadi hasil pembahasan akan segera kami tindak lanjuti di desa,” tutupnya.

Tokoh perempuan Boltim, Gemilang Monoarfa, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosialisasi yang digelar TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama, terutama oleh para perempuan sebagai garda terdepan dalam keluarga dan masyarakat.

“Perempuan memiliki peran sentral dalam memastikan generasi yang sehat dan tangguh. Sosialisasi seperti ini penting untuk membekali para kader dan ibu-ibu di desa agar mampu mengenali, mencegah, serta menangani potensi stunting sejak dini,” ujar Gemilang Monoarfa.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh perempuan dalam membentuk keluarga yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tanggap terhadap situasi darurat dan bencana.

“Ketahanan keluarga dimulai dari pengetahuan. Saat ibu-ibu desa punya akses terhadap informasi dan pendampingan yang tepat, maka kita sedang menyiapkan masa depan daerah yang lebih kuat,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak dan peran keluarga dalam menghadapi potensi bencana, sejalan dengan visi pembangunan kesehatan dan ketahanan keluarga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Peliput : Amingsih Mustapa

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments