DetailNews.id, Sampang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Margantoko, Kecamatan Jrengik, kembali menjadi sorotan publik. Tokoh desa setempat, Ningram, mengungkapkan dugaan ketidaksesuaian antara anggaran yang digelontorkan dengan hasil yang dicapai BUMDes.
Menurut Ningram, BUMDes Margantoko telah menerima Rp 80 juta pada tahap pertama dan Rp 65 juta pada tahap kedua, namun aset yang dimiliki saat ini hanya berupa 2 ekor sapi dan 1 unit traktor.
“Saya sebagai tokoh desa merasa prihatin dengan kondisi BUMDes saat ini. Anggaran yang digelontorkan sudah ratusan juta, tapi aset yang dimiliki hanya 2 sapi dan 1 traktor. Ini sangat tidak sesuai,” ujar Ningram kepada awak media pada Jumat, 2 Januari 2026.
Ningram menambahkan bahwa ia mempertanyakan ke mana sisa dana BUMDes dialokasikan. Ia menduga adanya pengelolaan yang tidak transparan dan akuntabel, sehingga BUMDes gagal berkembang secara optimal.
“Seharusnya, dengan anggaran sebesar itu, BUMDes dapat memiliki aset lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” imbuhnya.
Masyarakat Margantoko berharap pemerintah daerah segera melakukan audit investigasi terhadap pengelolaan BUMDes Desa Margantoko. Mereka ingin mengetahui alasan dana tidak terserap secara maksimal dan langkah yang akan diambil agar BUMDes dapat berkembang sesuai harapan.
Peliput : Aziz







