DetailNews.id, Sampang – Pernyataan kontroversial Penjabat (PJ) Desa Margantoko, inisial M, kembali menjadi sorotan publik. Dalam wawancara dengan media lokal, PJ Margantoko mengaku sebagai “jagoan Jimad Sakteh”, pernyataan yang menuai kritik tajam dari masyarakat setempat.
Dalam keterangannya, PJ Margantoko mengatakan bahwa penunjukannya sebagai PJ bukan sekadar skenario atau formalitas, melainkan bagian dari perjuangan “Jimad Sakteh”. Pernyataan ini disampaikan dengan nada bangga, meski tidak menjelaskan secara rinci maksud dan dasar klaim tersebut.
Pernyataan PJ ini dianggap ironis oleh warga Margantoko. Banyak masyarakat menilai pejabat publik seharusnya lebih fokus pada penyelesaian masalah desa, termasuk pengelolaan BUMDes dan pelaksanaan Dana Desa (DD) tahap 1 yang masih belum rampung.
Sejumlah warga menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja PJ Margantoko, menilai bahwa BUMDes yang tidak jelas dan proyek DD yang terbengkalai menjadi bukti kurangnya kompetensi dan perhatian terhadap kepentingan masyarakat.
Sebelumnya, PJ Margantoko sempat mengakui adanya kesalahan dalam pengelolaan desa dan berjanji akan membongkar dugaan ketidakberesan yang terjadi pada masa kepemimpinan PJ terdahulu. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
Masyarakat Margantoko menuntut agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penggantian PJ dengan pejabat yang lebih kompeten dan fokus pada pelayanan publik.
Kasus ini terus menjadi sorotan lokal, dan media akan memantau perkembangan lebih lanjut untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Peliput : Aziz







