DetailNews.id, Bitung — Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Bitung sekaligus Ketua Dewan Penasehat DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bitung, KH Ust. Hairuddin Bandu, S.Sos, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Nasional yang digelar Polri di Kelurahan Manembo-nembo Bawah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari agenda nasional Polri dalam mendukung ketahanan pangan, yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara virtual dengan pusat kegiatan nasional yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Menteri Pertanian RI Dr. Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, S.E.
Di Kota Bitung, panen raya turut dihadiri Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh pemuda, serta kelompok tani setempat.
KH Ust. Hairuddin Bandu menegaskan bahwa keterlibatan APPSI dalam kegiatan panen raya merupakan bentuk dukungan nyata para pedagang pasar terhadap program strategis nasional di bidang pangan.
“Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab petani dan pemerintah, tetapi juga kami para pedagang pasar. Ketersediaan pangan yang cukup dan stabil akan berdampak langsung pada kesejahteraan pedagang dan masyarakat luas,” ujar KH Ust. Hairuddin Bandu.
Ia menilai sinergi Polri, pemerintah daerah, petani, dan pelaku pasar merupakan kunci dalam menjaga rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.
“Apa yang dilakukan Polri hari ini sangat strategis. Panen raya jagung ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Pedagang pasar siap menjadi mitra dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan,” tegasnya.
Sebagai tokoh agama, KH Ust. Hairuddin Bandu juga mengapresiasi keterlibatan lintas sektor dalam program ketahanan pangan yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai keumatan.
“Dalam perspektif keagamaan, menjaga ketahanan pangan adalah bagian dari menjaga kemaslahatan umat. Ketika pangan terjaga, insyaallah stabilitas sosial dan ekonomi juga akan terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menjelaskan bahwa panen raya jagung di Bitung merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya di sektor ketahanan pangan. Polres Bitung bersama kelompok tani mengelola lahan jagung seluas kurang lebih empat hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 12 ton.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyatakan dukungan penuh Pemkot Bitung terhadap program Polri, termasuk penyediaan bibit unggul dan perlindungan lahan pertanian agar tetap produktif.
Panen Raya Jagung Serentak Nasional ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, petani, tokoh agama, dan pelaku pasar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menegaskan peran strategis APPSI Kota Bitung di bawah kepemimpinan KH Ust. Hairuddin Bandu, S.Sos dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Peliput : ical







