DetailNews.id, Tarakan – Bagi pecinta kuliner bakso di Kota Tarakan, nama Bakso Sriwedari tentu sudah tidak asing lagi. Warung bakso legendaris milik Tarjo ini telah berdiri sejak 1986 dan hingga kini tetap menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat Bumi Paguntaka dan Kalimantan Utara.
Berawal dari sebuah warung sederhana di pinggir jalan besar kawasan Panglima Batur, Kelurahan Pamusian, Bakso Sriwedari perlahan tumbuh dan dikenal luas karena cita rasanya yang konsisten serta harga yang terjangkau. Seiring waktu, pada 2005, usaha tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih ke dalam dan terus bertahan hingga puluhan tahun.
Namun perjalanan panjang Bakso Sriwedari tidak selalu berjalan mulus. Pada 17 Februari 2025, sekitar pukul 07.00 WITA, warung bakso ini mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruko di sekitarnya. Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam, baik bagi pemilik maupun pelanggan setia.
Meski demikian, Tarjo tidak menyerah. Setelah melalui proses pemulihan dan renovasi selama kurang lebih 10 bulan, Bakso Sriwedari kembali bangkit dengan membuka tempat suasana baru dan yang lebih luas serta nyaman ketimbang sebelumnya.
Sebelumya Bakso Sriwedari hadir di Jalan Pulau Bangka RT 14, Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, meski demikian hingga saat ini Bakso Sriwedari memiliki dua cabang. “Tidak merubah rasa dan tidak merubah harga,” ujar Tarjo saat ditemui.
Ia menegaskan, meskipun dengan suasana baru, ciri khas Bakso Sriwedari tetap dipertahankan. Jam operasional warung dimulai pukul 09.00 WITA hingga malam hari. Tarjo juga mengungkapkan filosofi usahanya yang menjadi pegangan sejak awal.
“Moto kami berjualan sambil bersedekah. Tempatnya bagus dan istimewa, tapi harganya tetap kaki lima,” Ungkap Tarjo ditemui disela-sela acara launching tempat usaha barunya, Sabtu (11/1/26).
Terkait nama Sriwedari, Tarjo menjelaskan bahwa nama tersebut terinspirasi dari Taman Wisata Sriwedari di Solo. “Sri artinya Dewi Sri, simbol sumber kehidupan, dan Wedari berarti bidadari,” jelasnya.
Saat ini, Bakso Sriwedari hanya memiliki cabang di Kota Tarakan. Meski pernah membuka usaha serupa di luar daerah seperti Manado, Ternate, Minahasa hingga Papua saat masih bujangan, Tarjo memilih kembali dan fokus mengembangkan usaha di Tarakan sejak tahun 2001.
Dengan hadirnya dua lokasi usaha, jumlah tenaga kerja atau sumber daya manusia juga bertambah. Menurut Tarjo, antusiasme masyarakat terhadap tempat baru Bakso Sriwedari sangat tinggi. “Animonya luar biasa. Dari anak muda sampai orang tua senang, karena tempatnya nyaman dan rasanya sudah menyatu dengan lidah warga Tarakan,” tuturnya.
Untuk pasokan bahan baku, seluruhnya masih mengandalkan sumber dari Tarakan. Ke depan, Tarjo berharap Bakso Sriwedari miliknya dapat terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari sejarah kuliner Kota Tarakan.
“Harapannya tentu bisa terus berkembang, berkembang, dan berkembang,” pungkasnya.
Peliput: Raden







