DeatilNews.id, Manggarai – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Armada W. Jeferson (14), remaja yang dilaporkan melompat dan tenggelam di objek wisata Tiwu Pa’i, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Penghentian operasi dilakukan setelah upaya pencarian selama tujuh hari, sejak hari pertama hingga hari ketujuh (H1–H7), tidak membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa operasi SAR resmi ditutup pada Sabtu (17/1/2026) pukul 13.00 WITA. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama antara tim SAR gabungan, unsur terkait, serta pihak keluarga korban.
“Karena hingga hari ketujuh tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujar Fathur Rahman dalam keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (17/1/2026).
Selama masa pencarian, Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian. Berbagai metode pencarian diterapkan untuk memaksimalkan upaya menemukan korban.
Pelaksanaan operasi SAR tersebut juga sempat ditinjau langsung oleh Bupati Manggarai, Heribertus G.L. Nabit, S.E., M.A., yang hadir di lokasi untuk memantau perkembangan pencarian dan memberikan dukungan kepada tim di lapangan.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke satuan masing-masing, Fathur menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka kemungkinan untuk kembali melaksanakan operasi SAR apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Basarnas juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pencarian tersebut atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi kemanusiaan ini.
Peliput : Safrinus







