DetailNews.id, Magelang – Makam Wali-wali Gunung Pring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jateng, masih menjadi wisata religi primadona yang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Seperti pada libur panjang Isra Miraj 2026 ini, jumlah peziarah yang datang meningkatkan hingga tiga kali lipat dari hari biasanya. Sayangnya, pelayanan di empat ziarah ini banyak pengunjung yang mengeluh karena pengunjung yang turun dari bus langsung disambut dengan tumpukan sampah dan bau menyengat.
Keluhan peziarah di Makam Gunung Pring ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, di dalam terminal bus Gunung Pring didapati banyak tumpukan sampah dikerumuni lalat dan berpotensi menimbulkan penyakit. Terlebih, sampah tersebut berada tidak jauh dari rumah-rumah makan yang ada di dalam terminal bus.
Pantauan langsung di lapangan pada Minggu (18/1/2026), betul didapati tumpukan sampah plastik, sisa makanan dan bekas gelas minuman dan sampah lainnya. Yang lebih parah, tumpukan sampah ini juga mengganggu pemandangan karena berada persis di dalam terminal sehingga penumpang bus yang datang ziarah di Makam Para Wali, langsung disuguhi pemandangan yang jorok dan bau itu.
Salah seorang pengunjung dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, Hj. Siti Waliyah mengakui terganggu dengan keberadaan sampah yang ada di dalam terminal. Selain menyebar bau busuk terdapat pula banyak lalat dan mengganggu saat makan minum di warung dalam terminal.
Hj. Siti berharap pihak pengelola terminal bus Gunung Pring memperhatikan kebersihan lingkungan demi kenyamanan warga sekitar dan pengunjung.
“Tadi saya lihat bus masuk itu dikenakan retribusi. Dalan retribusi itu ada disebut keperluan kebersihan tetapi sampah-sampah menimbulkan bau tidak sedap justru banyak menumpuk dalam terminal. Sehingga mengganggu para pengunjung Makam Wali-wali Gunung Pring,” umat Hj. Siti, Minggu (18/1/2026) pagi.
Selain Hj. Siti, Agus juga mengaku terganggu dengan tumpukan sampah yang ada di dalam terminal karena menyengat bau tidak sedap. Dan berada langsung di tempat parkir bus.
Ia pun menjelaskan tumpukan sampah yang berada di dalam terminal itu mengganggu kecantikan terminal dan tidak sehat. Padahal Makam Wali Gunung Pring ini salah satu wisata religi kebanggaan masyarakat Magelang dan jutaan pengunjung yang datang setiap minggunya.
“Sampah-sampah ini sangat mengganggu. Apalagi di kawasan wisata seperti ini kan jadinya pengunjung kurang nyaman untuk ke sini,” kecam Agus yang mengaku tidak bisa makan minum karena terasa mau muntah mencium bau dan melihat lalat yang banyak.
Sementara itu, Pemerintah Desa Gunung Pring selalu pengelola terminal bus Gunung Pring saat dikonfirmasi, tidak ada seorang pun yang bersedia komentar.
Peliput : Muhammad







