DetailNews.id, NTT – Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) Pusat Keuskupan Ruteng mengambil langkah strategis dalam menyiapkan kader pemimpin sekolah yang mandiri dan berkarakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Calon Kepala Sekolah bagi guru-guru yayasan di lingkungan SDK se-Kecamatan Langke Rembong, yang dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini merupakan respons konkret Yapersukma terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2025 tentang redistribusi Guru ASN. Melalui pelatihan ini, Yapersukma memastikan sekolah-sekolah di bawah naungannya tetap dipimpin oleh figur yang kompeten, profesional, serta berakar pada nilai-nilai Katolik.
Ketua Yapersukma Pusat, RD Patrick Josaphat Dharsam Guru, Drs., MA, dalam keterangannya kepada Detailnew.id, Selasa (20/1/2026), menegaskan bahwa penyiapan kepala sekolah dari unsur internal yayasan merupakan langkah yang sah dan bertanggung jawab secara hukum.
“Sebagai satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, Yapersukma memiliki kewenangan penuh dalam mengatur kepemimpinan sekolahnya. Langkah ini penting untuk menjamin mutu pendidikan sekaligus menjaga kekhasan nilai-nilai Katolik sebagai jati diri lembaga,” tegas Romo Patrick.
Meski menekankan penguatan kaderisasi guru swasta, Yapersukma tetap membuka ruang kemitraan dengan pemerintah. Menurut Romo Patrick, hubungan dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas PPO Kabupaten Manggarai, selama ini berjalan harmonis.
“Kehadiran guru maupun kepala sekolah dari unsur ASN di sekolah swasta tetap dimungkinkan sebagai bentuk penugasan diperbantukan, selama ada koordinasi yang baik serta saling menghormati kewenangan antara yayasan dan dinas,” ujarnya.
Pelatihan yang menyasar guru-guru SDK di Kecamatan Langke Rembong ini membekali peserta dengan berbagai materi strategis, antara lain kepemimpinan instruksional, manajerial berbasis data, serta penguatan karakter pemimpin pelayan.
Pemateri pelatihan, Marselinus Robe, M.Pd., menekankan bahwa kepemimpinan sekolah tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan melalui proses yang terencana, reflektif, dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini dirancang untuk membentuk calon kepala sekolah yang mampu memimpin dengan visi, kompetensi, dan semangat pelayanan,” jelasnya.
Melalui program ini, Yapersukma Pusat menegaskan kesiapan menghadapi dinamika kebijakan pendidikan nasional sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Manggarai.
Peliput : Safrinus







