DetailNews.id, NTT – Bencana tanah longsor melanda Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Hingga Jumat (23/1/2026), dilaporkan tiga warga meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, menyampaikan bahwa peristiwa longsor terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Material longsor menimpa rumah milik warga bernama Kongradus Lasa yang berada di Kampung Pau.
Humas Tim SAR dan BPBD Manggarai Timur mengonfirmasi, dari sejumlah korban terdampak, dua orang sempat dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa. Namun, satu korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi. Sementara dua korban lainnya, Theresia Resen (47) dan Yustina Mira (19), hingga kini masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH, M.Hum, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan langkah tanggap darurat dengan mengerahkan BPBD bersama TNI, Polri, dan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Manggarai untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
“Ini merupakan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Manggarai Timur. Pemerintah daerah terus berupaya maksimal agar korban yang masih tertimbun dapat segera ditemukan,” ujar Bupati Agas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama pada malam hari, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlanjut.
Bencana longsor ini turut berdampak pada ratusan warga lainnya. Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) dari Dusun Sosor Alo dan 137 KK dari Dusun Buru Pote terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari longsor susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Agustinus Susanto, ST, MPSDA, mengatakan bantuan logistik telah disalurkan kepada para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, perlengkapan tidur, serta air mineral.
Proses pencarian korban oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Manggarai Barat, BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat setempat masih terus berlangsung. Namun, operasi SAR hari pertama menghadapi kendala cuaca buruk, berupa hujan lebat, kabut tebal, serta akses jalan yang terputus akibat longsor kecil di sejumlah titik.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga membuka posko donasi melalui Dinas Sosial bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai maupun bahan makanan untuk para korban terdampak.
Peliput : Safrinus







