DetailNews.id, Tarakan – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) genap berusia 69 tahun pada 2 Januari 2026, terhitung sejak didirikan pada 2 Januari 1957. Momentum bersejarah tersebut diperingati melalui perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) LVRI ke-69 yang mengusung tema “LVRI Peduli Bencana dan Maju Berjuang Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas”, bertempat di Kantor MINVETCAD VI/02 Kota Tarakan, Kamis (29/1/2026).
Peringatan HUT LVRI ke-69 dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Supa’ad Hadianto, SE., Ketua LVRI Kota Tarakan, Sudin bin Cingka, serta Ketua LVRI Provinsi Kaltara, M. Jafar Jalsa, bersama jajaran pengurus dan puluhan anggota veteran se Kalimantan Utara.
Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Kaltara, M. Jafar Jalsa, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial dalam peringatan Hari Ulang Tahun LVRI ke-69 yang digelar di Kota Tarakan.
Dalam sambutannya, M. Jafar Jalsa menyampaikan harapan agar Indonesia tetap aman dan damai, serta mampu menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ia menegaskan, LVRI terus berupaya berkontribusi membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Ia juga mengingatkan sejarah penting penyatuan organisasi veteran pejuang kemerdekaan yang ditetapkan pada Kongres Nasional Pertama di Jakarta, pada 2 Januari 1967, yang diikuti sekitar 2.400 peserta dari berbagai organisasi veteran pasca perang kemerdekaan.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi tonggak bersejarah dalam memperkuat persatuan para veteran sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan demi keutuhan bangsa dan negara.
Pada kesempatan tersebut, Supa’ad Hadianto, SE, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah berjasa besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini, sebut Supa’ad, merupakan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan luar biasa para veteran. Ia mengaku merasa seolah “mundur puluhan tahun ke belakang” saat melihat langsung para pejuang bangsa yang hadir dalam acara tersebut.
“Dari tangan-tangan ayah dan bunda veteran inilah, kami generasi penerus bisa menikmati kemerdekaan dan melihat tapak-tapak sejarah perjuangan bangsa. Semangat juang itulah yang harus terus menjadi inspirasi dan penopang bagi kami untuk melanjutkan perjuangan membangun bangsa dan negara,” ujarnya.
Supa’ad juga menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para veteran LVRI yang meskipun telah lanjut usia, tetap menunjukkan jiwa patriotisme yang kuat. Menurutnya, semangat tersebut menjadi teladan penting bagi generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Ia menambahkan, cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 harus terus dijaga dan diwujudkan bersama, khususnya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk di era digital saat ini.
“Di era digital, arus informasi sangat cepat dan tidak semuanya benar. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak dan kritis dalam menyikapi informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya,” tegas Supa’ad.
Mengakhiri sambutannya, Supa’ad mengucapkan selamat ulang tahun ke-69 kepada LVRI serta berharap nilai-nilai perjuangan para veteran dapat terus diwariskan kepada generasi penerus demi kejayaan bangsa Indonesia.
“Dirgahayu ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia. Semoga semangat juang para veteran senantiasa hidup dan menjadi energi bagi kami semua dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Peliput: Raden







