DetailNews.id, NTT – Bertaruh nyawa demi menuntut ilmu bukan lagi sekadar kiasan bagi 21 siswa asal Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Manggarai Barat. Setiap hari, mereka harus menyeberangi derasnya Sungai Wae Songka dengan lebar mencapai 20 meter demi menuju sekolah di Desa Golo Riwu.
Menanggapi kondisi tersebut, Polres Manggarai Barat melalui Polsek Kuwus mengambil langkah cepat dengan membangun jembatan penyeberangan darurat sebagai solusi sementara demi keselamatan para pelajar.
Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pacar dan Kecamatan Kuwus Barat itu rampung pada Selasa (3/2/2026). Pembangunan dilakukan setelah koordinasi intensif antara kepolisian dan masyarakat pada akhir Januari 2026, menyusul meningkatnya debit air sungai akibat cuaca ekstrem.
Pembangunan jembatan darurat tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat. Personel Polsek Kuwus bersama delapan anggota Batalyon Brimob Labuan Bajo di bawah pimpinan IPTU Hermanus Patibean bergotong royong menyelesaikan tahap akhir pekerjaan, termasuk pemasangan pagar pengaman dan pengecatan.
“Jembatan ini dibangun menggunakan material lokal hasil swadaya masyarakat. Fokus utama kami adalah memastikan adik-adik pelajar, baik mahasiswa maupun siswa SD dan SMP, dapat berangkat sekolah dengan aman tanpa harus mempertaruhkan nyawa di tengah arus sungai yang deras,” demikian disampaikan dalam laporan resmi Polres Manggarai Barat.
Meski jembatan darurat telah resmi diserahterimakan kepada masyarakat pada pukul 17.30 WITA, pihak kepolisian dan sekolah tetap mengimbau kewaspadaan. Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, para siswa dari Kampung Lesem disarankan untuk menginap di rumah kerabat yang berada di sekitar sekolah apabila cuaca memburuk.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi luapan Sungai Wae Songka yang dapat membahayakan keselamatan para pelajar.
Peliput : Safrinus






