DetailNews.id, Asahan — Manajer dan manajemen PTPN IV Kebun Air Batu, Distrik Asahan, diduga enggan memberikan klarifikasi terkait aktivitas pembuangan limbah abu pembakaran ke aliran anak sungai di Afdeling 3.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan DetailNews.id dengan mendatangi kantor PTPN IV Kebun Air Batu telah dilakukan beberapa kali. Namun, manajer maupun pihak manajemen tidak berhasil ditemui untuk memberikan penjelasan.
Sejumlah petugas keamanan (security) menyampaikan berbagai alasan saat wartawan mencoba meminta konfirmasi.
“Apakah sebelumnya sudah ada janji dengan Pak Manajer? Kalau belum, mohon maaf tidak bisa bertemu,” ujar salah seorang petugas.
Petugas lain menambahkan bahwa untuk melakukan konfirmasi, wartawan diminta terlebih dahulu menghubungi manajer atau pihak manajemen. Alasan lain yang disampaikan antara lain manajemen sedang sibuk, berada di luar kota, atau humas dan APK tidak berada di tempat.
Sebelumnya, aliran anak sungai yang berada di Afdeling 3 PTPN IV Kebun Air Batu, tepatnya di Desa Air Batu I/II, dekat area pemakaman dan lokasi pembuangan limbah pabrik, mendadak berubah warna menjadi hitam pekat.
Berdasarkan pantauan selama beberapa waktu, kondisi air anak sungai tersebut hingga kini masih tampak hitam dan belum menunjukkan perubahan.
Perubahan warna air tersebut diduga kuat akibat aktivitas pembuangan limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Kebun Air Batu.
Kepala Desa Air Batu I/II, Hendra, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa lokasi aliran anak sungai tersebut masih berada dalam wilayah Desa Perkebunan Air Batu I/II.
“Perubahan warna air anak sungai itu akibat kebocoran kolam penampungan abu pembakaran milik Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Kebun Air Batu,” jelas Hendra.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PTPN IV Kebun Air Batu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembuangan limbah tersebut.
Peliput: Deddy






