Jumat, Februari 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungPenolakan Blasting PT MSM/TTN Menguat, Warga Pinasungkulan Turun Langsung Hentikan Aktivitas Tambang

Penolakan Blasting PT MSM/TTN Menguat, Warga Pinasungkulan Turun Langsung Hentikan Aktivitas Tambang

DetailNews.id, Bitung — Penolakan terhadap aktivitas peledakan (blasting) di area pertambangan milik PT Meares Soputan Mining (MSM) / PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara, kembali menguat.

‎Sejumlah warga turun langsung ke lokasi tambang untuk menghentikan kegiatan peledakan yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat, Jumat (6/2/2026).

‎Aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan warga terhadap aktivitas pertambangan yang terus berjalan meskipun telah berulang kali mendapat penolakan dari masyarakat sekitar.

‎“Perusahaan lebih mengutamakan kepentingan produksi daripada keselamatan masyarakat,” tegas Esty Sumilat, salah satu warga, kepada wartawan di lokasi.

‎Esty yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga menegaskan, tuntutan warga sebenarnya sangat jelas dan tidak rumit. Warga tidak mempersoalkan soal pembayaran lahan dalam waktu dekat, namun menolak keras aktivitas peledakan yang terus dilakukan di dekat pemukiman.

‎“Kami tidak ribut soal lahan dulu. Yang torang takut di sini itu peledakan. Itu yang membahayakan keselamatan warga,” ujarnya dengan nada tegas.

‎Menurut Esty, getaran dan suara keras akibat blasting telah menimbulkan keresahan serius, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang tinggal di sekitar area tambang. Ironisnya, berbagai keluhan yang disampaikan warga selama ini dinilai tidak pernah ditanggapi secara serius oleh pihak perusahaan.

‎“Keluhan kami seolah tidak pernah didengar. Karena itu torang akan terus turun dan jaga supaya peledakan tidak jalan, sampai kapan pun,” tegasnya lagi.

‎Sikap tegas warga Pinasungkulan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

‎Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Agama dan Adat (POLA) Kota Bitung, Puboksa Hutahaean, secara terbuka mengecam aktivitas blasting yang dilakukan PT MSM/TTN di wilayah yang berdekatan langsung dengan pemukiman warga.

‎“Peledakan itu bukan aktivitas biasa. Dampaknya bisa fatal. Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama, bukan malah diabaikan,” kata Puboksa.

‎Ia menilai, aktivitas peledakan di kawasan padat penduduk memiliki risiko tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana jika tidak dikendalikan secara ketat. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak bersikap pasif.

‎“Kami minta pemerintah daerah jangan hanya jadi penonton. Harus turun langsung, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan di Pinasungkulan, Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan perlindungan,” tandasnya.

‎Sementara itu, Juru Bicara PT MSM/TTN, Sinyo Rumondor, menyatakan bahwa perusahaan mengklaim telah menerapkan prosedur ketat dalam setiap pelaksanaan blasting.

‎“Dalam pelaksanaan blasting, perusahaan selalu mendahulukan aspek keselamatan. Jika blasting dinilai membahayakan keselamatan siapa pun, maka kegiatan tersebut tidak akan dilakukan,” ujar Sinyo singkat saat dikonfirmasi wartawan.

‎Namun demikian, warga menegaskan akan tetap melakukan pengawasan langsung di lapangan hingga ada jaminan nyata bahwa aktivitas peledakan tidak lagi membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

 

‎Peliput : ical

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments