Sabtu, Februari 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraBI Kaltara: Geopolitik Global Belum Goyahkan Ekonomi Kaltara

BI Kaltara: Geopolitik Global Belum Goyahkan Ekonomi Kaltara

DetailNews.id, Tarakan — Ditengah memanasnya dinamika geopolitik global yang berpotensi menekan perekonomian, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara menegaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah masih tetap terjaga.

Kuatnya permintaan domestik serta mulai beroperasinya industri pengolahan, khususnya industri aluminium, dinilai menjadi bantalan utama ekonomi Kalimantan Utara.

Kepala Perwakilan BI (KPwBI) Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan dampak kondisi geopolitik global terhadap perekonomian daerah masih memerlukan waktu untuk diukur secara komprehensif, seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan setiap triwulan.

“Untuk melihat dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, tentu kita perlu menunggu rilis data resmi dari BPS,” ujar Hasiando, Jumat (30/1/26) lalu.

Ia menjelaskan, bahkan sebelum munculnya tekanan geopolitik global, struktur ekonomi Kalimantan Utara telah menghadapi tantangan dari sektor eksternal, salah satunya tingginya ketergantungan pada komoditas batu bara yang memiliki porsi besar dalam ekspor daerah.

“Batu bara merupakan salah satu komoditas utama ekspor Kaltara. Ketika permintaannya menurun, tentu akan menekan salah satu komponen pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, BI Kaltara menilai fundamental domestik Kalimantan Utara masih cukup kuat untuk menahan berbagai gejolak, baik dari sektor eksternal maupun domestik. Kekuatan permintaan dalam negeri menjadi penopang penting, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dengan fundamental domestik yang relatif baik, kami berharap perekonomian Kalimantan Utara tetap tumbuh positif. Program dukungan terhadap UMKM dan upaya mendorong ekspor tetap kami lakukan, bahkan perlu lebih diintensifkan,” ujarnya.

Hasiando menambahkan, industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kaltara ke depan, khususnya proyek Kalimantan Aluminium Indonesia yang saat ini memasuki tahap commissioning atau uji coba produksi.

“Jika sebelumnya berada pada tahap konstruksi, kini industri tersebut mulai masuk fase commissioning sebelum berproduksi penuh. Hilirisasi dari bauksit dan alumina menjadi aluminium akan memberikan nilai tambah yang signifikan,” paparnya.

Menurut dia, peningkatan nilai tambah dari industri aluminium diharapkan mampu mengompensasi potensi perlambatan sektor eksternal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara agar lebih tinggi dibandingkan tahun 2025.

Selain kontribusi terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi, BI Kaltara juga menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi agenda strategis yang perlu dipersiapkan sejak dini.

“Kita perlu memastikan tenaga kerja lokal siap masuk ke industri, misalnya melalui penguatan balai latihan kerja. Jangan sampai industri sudah berjalan, tetapi kita terlambat menyiapkan keterampilan yang dibutuhkan,” tegas Hasiando.

Ia berharap, kehadiran industri pengolahan di Kalimantan Utara tidak hanya meningkatkan kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas bagi masyarakat lokal, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Peliput: Raden

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments