DetailNews.id, Bolsel – Kepastian serah terima hunian tetap bagi penyintas erupsi Gunung Ruang kembali menguat setelah Kementerian PKP RI melalui Balai P2P Sulawesi I bertemu Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru, untuk membahas progres akhir dan administrasi penyerahan aset serta program bantuan perumahan di daerah, Rabu (27/1/2026).
Pertemuan tersebut membahas progres serah terima aset Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas erupsi Gunung Ruang, serta koordinasi program bantuan perumahan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bolsel.
Kepala Satuan Kerja Balai P2P Sulawesi I dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 287 unit Huntap yang tersebar di dua lokasi telah rampung dan dilengkapi fasilitas pendukung. Saat ini, proses difokuskan pada penyelesaian administrasi akhir sebelum aset diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Bolsel.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan mobilisasi. Kami berharap Pemkab Bolsel dapat membantu percepatan sinkronisasi data agar proses penyerahan berjalan lancar,” ungkap Kepala Balai P2P Sulawesi I.
Selain membahas Huntap, Kementerian PKP juga memaparkan sejumlah program yang akan digulirkan di Sulawesi Utara, di antaranya:
- Kuota 8.700 bantuan swadaya renovasi rumah
- Program sanitasi dan penanganan kawasan kumuh melalui mekanisme lelang
- Penataan kawasan kumuh yang terintegrasi dengan pembangunan boulevard di sepanjang Pantai Sondana
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Iskandar menegaskan bahwa Pemkab Bolsel sejak awal telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemkab Sitaro mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bolsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PKP. Saya instruksikan seluruh OPD terkait untuk segera melengkapi data yang dibutuhkan. Ini peluang besar, khususnya kuota bantuan renovasi rumah yang cukup banyak, jangan sampai terhambat hanya karena persoalan administrasi,” tegas Bupati Iskandar.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Sekda M. Arvan Ohy, SSTP, MAP, bersama para Asisten dan pimpinan perangkat daerah terkait, Bupati juga menekankan pentingnya kesiapan administratif yang sejalan dengan kesiapan fisik di lapangan agar program sanitasi dan pembangunan boulevard dapat segera direalisasikan.
“Kesiapan fisik di lapangan harus dibarengi dengan kesiapan administrasi agar program sanitasi dan pembangunan boulevard dapat segera berjalan,” pungkasnya.
Peliput : Bidjuni






