Jumat, Februari 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraSERAMBI 2026, KPwBI Kaltara Siapkan Rp701 Miliar Jaga Likuiditas Ramadan dan Idulfitri

SERAMBI 2026, KPwBI Kaltara Siapkan Rp701 Miliar Jaga Likuiditas Ramadan dan Idulfitri

DetailNews.id, Tarakan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara resmi membuka rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 1447 H Tahun 2026 dengan menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp701 miliar guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Idulfitri merupakan fenomena musiman yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan, jasa, dan UMKM.

“Penyediaan ULE sebesar Rp701 miliar atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk memastikan likuiditas ekonomi tetap terjaga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat,” ujarnya pada pembukaan SERAMBI, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, momentum Ramadan identik dengan lonjakan transaksi tunai, distribusi Tunjangan Hari Raya (THR), serta tradisi berbagi yang secara agregat mendorong peningkatan daya beli dan perputaran uang di daerah.

“Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan penuh berkah,” jelas Hasiando.

Ia menambahkan, BI Kaltara juga meningkatkan paket penukaran menjadi 5,3 juta paket dari sebelumnya 4,3 juta paket sebagai bentuk antisipasi terhadap tingginya permintaan uang pecahan kecil di masyarakat.

Langkah tersebut dinilai berkontribusi terhadap stabilitas sistem pembayaran, terutama dalam menjaga kelancaran transaksi ritel dan perdagangan tradisional yang masih dominan menggunakan uang tunai.

Program SERAMBI 2026 yang berlangsung pada 18 Februari hingga 13 Maret 2026 turut menghadirkan 36 titik layanan penukaran resmi di seluruh wilayah Kalimantan Utara melalui sinergi Bank Indonesia dan perbankan.

“Perluasan titik layanan ini merupakan bagian dari strategi distribusi uang yang lebih merata agar masyarakat dapat mengakses layanan penukaran secara mudah, cepat, dan terjadwal,” ungkapnya.

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BI Kaltara juga mendorong pemanfaatan kanal digital melalui sistem pemesanan penukaran berbasis Website PINTAR untuk meningkatkan efisiensi layanan dan pemerataan akses.

Dari sisi makroekonomi daerah, penyediaan uang layak edar yang memadai dinilai mampu menjaga stabilitas inflasi musiman, khususnya pada komoditas yang mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

“Dengan distribusi uang yang terencana dan terukur, kami berharap aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan tekanan berlebih terhadap harga dan inflasi daerah,” katanya.

Melalui tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, KPwBI Kaltara juga mengedukasi masyarakat untuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat Rupiah melalui prinsip 5J.

“Sinergi dengan perbankan dan pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar distribusi Rupiah berjalan lancar, tepat sasaran, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara selama periode Ramadan dan Idulfitri,” tutup Hasiando.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments