Selasa, Februari 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalSetelah Berlinale 2026, “Ghost in the Cell” Siap Tayang di Bioskop 16...

Setelah Berlinale 2026, “Ghost in the Cell” Siap Tayang di Bioskop 16 April

DetailNews.id, Jakarta – Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional saat world premiere di ajang Berlin International Film Festival, film terbaru produksi Come and See Pictures berjudul Ghost in the Cell resmi merilis official trailer yang menjanjikan tontonan menghibur sekaligus penuh makna.

Trailer film bergenre horror comedy ini diperkenalkan dalam press conference yang digelar pada Senin (23/02/2026) di Studio 2 XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Film ke-12 karya penulis dan sutradara Joko Anwar ini menghadirkan kisah penuh kengerian berlatar penjara. Dalam ruang terbatas, para narapidana dihantui kekacauan yang meneror, memadukan horor supranatural dengan satir sosial-politik yang relevan dengan situasi Indonesia saat ini. Seluruh elemen dikemas dengan pendekatan visual dan audio yang kuat serta memanjakan penonton.

Deretan aktor papan atas turut membintangi film ini, di antaranya Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, serta memperkenalkan pendatang baru Magistus Miftah, bersama sejumlah nama lainnya.

Joko Anwar mengungkapkan bahwa Ghost in the Cell merupakan miniatur kehidupan rakyat yang saat ini seolah hidup di dalam “penjara” sosial dan politik.

“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar Joko.

Ia menambahkan, film ini dirancang agar penonton dapat tertawa lepas sekaligus berefleksi terhadap realitas kehidupan.

Produser Tia Hasibuan menjelaskan bahwa proses produksi film dilakukan dengan pendekatan efektif dan efisien. Seluruh proses syuting diselesaikan dalam 22 hari, dengan waktu pengambilan gambar setengah hari setiap harinya.

“Kami mengambil gambar dari pagi dan berakhir saat jam makan siang. Meski berlangsung 22 hari, rasanya seperti 11 hari produksi penuh. Film ini juga hampir seluruhnya menggunakan pendekatan one shot take yang sudah dipersiapkan matang sejak pra-produksi,” jelas Tia.

Berbeda dari film pada umumnya yang memiliki sekitar 120 adegan, *Ghost in the Cell* hanya terdiri dari 43 scene dengan durasi adegan yang panjang. Konsep ini dirancang menyerupai pertunjukan teater, sehingga menuntut performa maksimal dari para pemeran.

Abimana Aryasatya, yang memerankan karakter Anggoro sebagai tokoh utama, mengaku mendapat kebebasan artistik dalam mengeksplorasi karakternya.

“Meski latarnya penjara dan para karakternya adalah napi, bagi saya ini gambaran jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Dari para napi ini kita bisa belajar semangat kolektivisme untuk bertindak ketika tidak bisa bergantung pada institusi resmi,” tutur Abimana.

Film Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Sementara itu, Barunson E&A bertindak sebagai sales agent untuk perilisan internasional.

Saksikan Ghost in the Cell di bioskop mulai 16 April 2026 dan ikuti perkembangan terbarunya melalui Instagram @comeandseepictures.

Peliput : Ine

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments