DetailNews.id, Bitung — TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menyambut kedatangan dua kapal perang Japan Maritime Self-Defence Force (JMSDF), JS Yamagiri dan JS Shiranui, di perairan Laut Sulawesi Selat Lembeh, Kota Bitung Sabtu (28/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Goodwill Port Visit and Replenishment yang bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan maritim Indonesia–Jepang.
Dalam penyambutan laut, Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral VIII mengerahkan KRI Selar-879, KAL Patola, dan KAL Tedung Naga. Ketiga unsur melaksanakan latihan taktis Passing Exercise (Passex) sebelum kapal JMSDF memasuki area lego jangkar.
Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, mengatakan latihan bersama tersebut memiliki nilai strategis bagi kesiapan operasi laut.
“Latihan Passex menitikberatkan pada komunikasi taktis, prosedur manuver bersama, serta keselarasan komando di laut. Ini penting untuk meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit,” kata Marvill kepada wartawan di Bitung.
Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan operasional antarangkatan laut negara sahabat.
“Interaksi langsung di laut memberi pengalaman taktis bernilai tinggi. Dari latihan ini, kami membangun kesamaan pemahaman prosedur serta memperkuat kesiapan menghadapi dinamika keamanan maritim kawasan,” ujarnya.
Menurut Marvill, kerja sama maritim Indonesia dan Jepang juga berkontribusi pada stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat keamanan jalur pelayaran strategis regional,” tegasnya.
Penyambutan di pelabuhan ditandai prosesi Merplug yang dipimpin Inspektur Kodaeral VIII mewakili Dankodaeral VIII, Dery Triesananto Suhendi. Tamu negara disambut pengalungan kain Bentenan khas Sulawesi Utara serta penampilan Tarian Cakalang.
Delegasi JMSDF dipimpin Nose Takashi bersama komandan kapal Oura Motuyasu dan Obata Keiko. Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke kapal (on board visit) guna memperkuat sinergi dan pertukaran pengalaman pengamanan laut.
Selain bekal ulang (replenishment), kru kapal Jepang dijadwalkan mengunjungi Tugu Jepang di Danowudu. Kunjungan yang berlangsung hingga 3 Maret 2026 itu diharapkan semakin memperkokoh hubungan bilateral Indonesia–Jepang serta mendukung stabilitas keamanan maritim kawasan.
Peliput : ical






