DetailNews.id, Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa masa pensiun bukan akhir pengabdian bagi aparatur negara. Hal itu disampaikannya saat melantik pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay bersama sejumlah pejabat daerah serta para tokoh purnabakti di wilayah Bumi Nyiur Melambai.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa YSK menegaskan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian kepada negara. Menurutnya, para aparatur yang telah pensiun justru memiliki ruang lebih luas untuk terus memberikan kontribusi melalui pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang dimiliki.
“Purnabakti bukan berarti berhenti mengabdi. Ini adalah babak baru untuk terus berkarya, memberikan teladan, serta menjadi penjaga nilai-nilai integritas bagi generasi penerus,” ujar YSK.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PWRI Sulut Novie Mewengkang beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan di Sulawesi Utara.
Menurutnya, PWRI bukan sekadar wadah berkumpulnya para pensiunan aparatur sipil negara dan pejabat negara, tetapi merupakan aset berharga bagi daerah karena para anggotanya memiliki pengalaman panjang dalam berbagai tahapan pembangunan bangsa.
Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, termasuk transformasi digital dan dinamika ekonomi, pemerintah daerah dinilai sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran serta nasihat dari para senior yang telah memiliki pengalaman luas dalam birokrasi.
“Nilai-nilai integritas, disiplin, dan etos kerja yang dimiliki para wredatama harus terus diwariskan kepada generasi muda aparatur di Sulawesi Utara,” katanya.
Sebagai mitra strategis pemerintah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, PWRI diharapkan semakin solid serta aktif bersinergi dengan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Gubernur juga meyakini melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, serta pembinaan moral kepada masyarakat, kontribusi para anggota PWRI akan semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Utara.
Di akhir sambutannya, YSK menyebut para wredatama sebagai kekuatan moral yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai kejujuran, loyalitas, dan pengabdian sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Para wredatama adalah penjaga nilai dan teladan bagi generasi penerus. Mari kita jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.






