DetailNews.id, Tarakan – Program ketahanan pangan yang digencarkan Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden RI mulai menunjukkan hasil di wilayah Polres Tarakan, Polda Kalimantan Utara.
Hasil panen jagung dari program tersebut bahkan sudah masuk ke gudang Bulog.
Pada panen jagung kuartal IV tahun 2025, jagung pipil yang dihasilkan mencapai 0,8 ton atau sekitar 800 kilogram. Hasil panen telah diterima oleh Bulog Kota Tarakan.
Program ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H. Ia melakukan sejumlah inovasi untuk membantu para petani jagung di Kota Tarakan meningkatkan produksi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membeli bibit jagung hibrida Bhayangkara secara swadaya dari Polda Jawa Timur. Bibit tersebut digunakan untuk meningkatkan hasil produksi petani.
“Program ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus membantu para petani jagung di Kota Tarakan agar produksi mereka dapat meningkat,” kata Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik.
Selain itu, Polres Tarakan juga membeli satu unit mesin pemipil jagung secara swadaya. Mesin tersebut kini dapat dimanfaatkan oleh para petani jagung di Kota Tarakan agar proses pascapanen menjadi lebih cepat dan efisien.
Memasuki masa penanaman jagung kuartal I tahun 2026, Polres Tarakan telah menyiapkan lahan seluas 9,6 hektare. Namun hingga saat ini baru sekitar 3,5 hektare lahan yang berhasil ditanami.
Di lapangan, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi. Di antaranya faktor cuaca serta keterbatasan pupuk di Kota Tarakan sehingga proses penanaman belum berjalan maksimal.
Meski begitu, program ini mendapat dukungan dari berbagai unsur pimpinan daerah. Saat kegiatan penanaman berlangsung, turut hadir Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud IS, anggota DPRD Kota Tarakan Barokah, serta unsur Forkopimda lainnya.
“Harapannya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (*)
Peliput: Raden






