DetailNews.id, Tarakan – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, mengingatkan pengelola pelabuhan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang menjelang mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Menurutnya, sejumlah pelabuhan di Tarakan seperti Pelabuhan Tengkayu I, Pelabuhan Tengkayu II, dan Pelabuhan Malundung diperkirakan akan menghadapi peningkatan penumpang yang cukup signifikan.
Lonjakan tersebut diprediksi mulai terjadi pada 18 Maret 2026 hingga pascalibur Idulfitri pada 23 Maret 2026. Apalagi, tahun ini libur Lebaran juga berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi yang turut mempengaruhi kalender libur nasional.
“Sebagai pengelola pelabuhan, UPTD Dishub dan Pelindo harus melihat situasi dan kondisi. Jika arus mudik tinggi, setidaknya ada penambahan rute armada agar seluruh masyarakat bisa terlayani,” kata Jufri di Tarakan, Senin (16/3/2026).
Ia mengingatkan, lonjakan penumpang tanpa diimbangi kesiapan armada dapat memicu penumpukan penumpang. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat memaksakan diri menggunakan kapal atau speedboat yang melebihi kapasitas.
“Kita khawatir masyarakat terdesak dan akhirnya menggunakan armada yang over kapasitas. Ini tentu membahayakan keselamatan penumpang, sehingga perlu keseriusan dari pengelola pelabuhan,” ujarnya.
Di sisi lain, Jufri juga mengapresiasi kesiapsiagaan aparat keamanan yang bertugas di kawasan pelabuhan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026.
Menurutnya, personel dari kepolisian, Satpol PP hingga petugas keamanan pelabuhan telah berperan aktif dalam menjaga ketertiban sekaligus membantu memberikan informasi kepada para penumpang.
“Operasi Ketupat Kayan 2026 berjalan maksimal. Saya lihat petugas di lapangan bahkan sering menjadi pusat informasi bagi penumpang yang membutuhkan bantuan. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia berharap momentum Idulfitri tahun ini dapat menjadi ajang mempererat silaturahmi serta menghadirkan suasana yang aman dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Utara. (*)
Peliput: Raden






