Rabu, Maret 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBulunganMenuju Muktamar 2026, Momentum Lahirnya Mujaddid "Pemimpin Pembaharu” di PBNU

Menuju Muktamar 2026, Momentum Lahirnya Mujaddid “Pemimpin Pembaharu” di PBNU

DetailNews.id, Tanjung Selor – Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Utara, H. Alwan Saputra, S.Pi., MM., menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

Menurutnya, Muktamar NU tahun ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi umat Islam secara luas. Ia menilai forum tersebut berpotensi melahirkan sosok mujaddid atau pembaharu Islam yang akan membawa arah baru kepemimpinan organisasi ke depan.

“Kami melihat ini sebagai momentum strategis yang bisa melahirkan pemimpin pembaharu,” ujar H. Alwan, Rabu (25/3/2026).

Alwan menjelaskan, posisi NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan dunia membuat hasil muktamar memiliki dampak luas. Terlebih, Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Ia mengaitkan momentum ini dengan usia NU yang telah memasuki satu abad. Dalam tradisi Islam, kata dia, terdapat hadis sahih yang menyebutkan bahwa setiap 100 tahun akan muncul pembaharu yang membawa perubahan dalam kehidupan umat.

Rasulullah Muhammad SAW, bersabda “Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat Islam, setiap seratus tahun, seorang yang memperbarui untuk mereka (interpretasi) ajaran agama mereka”. (HR Abu Daud).

“NU saat ini genap berusia 100 tahun. Bisa jadi dinamika atau gonjang-ganjing yang terjadi merupakan bagian dari sunnatullah. Akan ada ujian, sekaligus peluang lahirnya pemimpin yang membawa NU ke arah lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alwan berharap pemimpin yang terpilih dalam Muktamar nanti tidak hanya memiliki kapasitas keagamaan yang kuat, tetapi juga kompetensi di berbagai bidang lain seperti ekonomi, politik, dan sosial budaya, sehingga mampu menavigasi semua persoalan umat.

Kompleksitas persoalan yang dihadapi PBNU saat ini menuntut sosok pemimpin yang multitalenta dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Alwan juga menyoroti peluang besar di sektor ekonomi, khususnya terkait ijin pengelolaan sumber daya tambang yang diberikan kepada PBNU. Potensi tersebut harus dikelola secara profesional demi kesejahteraan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.

“Harapan kami, kepemimpinan baru nantinya mampu mengelola potensi usaha, termasuk sektor tambang, agar memberikan manfaat besar bagi umat, dan harapan ini juga sepertinya menjadi harapan semua Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang NU yang merupakan pemilik mandat (suara) pada Muktamar nanti” pungkasnya.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments