DetailNews.id, Sulut – Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan pertumbuhan pesat pada awal 2026. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari tercatat 7.550 kunjungan, naik 34,61 persen dibanding Januari 2025 dan 7,55 persen dari Desember 2025, menegaskan akselerasi sektor pariwisata di provinsi ini.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut menunjukkan mayoritas wisatawan masuk melalui jalur udara, dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sebagai pintu utama (7.549 kunjungan), sementara Pelabuhan Samudera Bitung hanya mencatat satu kunjungan. Dari sisi negara asal, pasar Asia mendominasi, terutama Tiongkok (3.977 kunjungan) dan Korea Selatan (2.990 kunjungan), diikuti Singapura (89 kunjungan). Wisman dari Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris mulai menunjukkan tren peningkatan.
Selain wisman, wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan geliat kuat. Januari 2026 tercatat 1.232.868 perjalanan domestik ke Sulut, naik 15,04 persen dibanding Januari 2025, meski turun 9,49 persen dibanding Desember 2025 karena faktor musiman. Distribusi kunjungan domestik mulai merata, dengan Manado sebagai magnet utama (289.974 perjalanan), disusul Minahasa (201.728), Minahasa Utara (151.437), dan Minahasa Selatan (110.141).
Sektor akomodasi mencerminkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 40,32 persen, naik 2,78 poin secara tahunan meski turun 12,98 poin dari bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu juga meningkat, yakni 2,40 hari untuk tamu asing dan 1,76 hari untuk tamu domestik, dengan rata-rata keseluruhan 1,83 hari.
Capaian ini menjadi fondasi penting bagi Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus untuk memperkuat posisi daerah sebagai destinasi unggulan di kawasan Pasifik. Strategi penguatan konektivitas, diversifikasi pasar, dan pemerataan destinasi diharapkan mendorong pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional.(*)
Peliput : Dade Paputungan


