DetailNews.id, Bolmong – Sebuah akun media sosial atas nama Julkifly Paputungan menyoroti kondisi proyek Jalan Usaha Tani (JUT) milik Dinas Perkebunan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang rusak parah belum genap satu tahun sejak pengerjaan. Proyek yang terletak di Desa Langagon Induk, Dusun 1 dan Dusun 2 ini menjadi perhatian publik karena kualitasnya yang dinilai rendah.
Lebih mengherankan, papan informasi proyek tidak mencantumkan nama perusahaan pelaksana sebagai kontraktor. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal transparansi pelaksanaan proyek pemerintah daerah.
“Belum setahun, sudah rusak. Publik berhak tahu siapa pelaksana proyek ini agar akuntabilitas terjaga,” tegas Julkifly.
Namun, pandangan berbeda disampaikan salah satu warga setempat, Dade Paputungan. Menurutnya, proyek JUT tersebut tidak bermasalah. Ia menjelaskan, material yang digunakan sesuai klasifikasi yakni sirtu, alat pengerjaan sesuai standar, panjang jalan sesuai rencana bahkan lebih, serta lebar dan ketebalan jalan juga memenuhi spesifikasi perencanaan.
“Pekerjaan ini tidak ada masalah. Semua sesuai dengan perencanaan,” tegas Dade.
Sorotan netizen dan klarifikasi warga ini menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi publik dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perkebunan Bolmong belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi proyek JUT maupun identitas kontraktor pelaksana.
Peliput : Red/Tim



