Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraRute Tarakan–Surabaya Dibuka, Akankah Berlanjut? Ini Respons Supa’ad Hadianto

Rute Tarakan–Surabaya Dibuka, Akankah Berlanjut? Ini Respons Supa’ad Hadianto

DetailNews.id, Tarakan – PT Pelni Cabang Tarakan membuka rute pelayaran langsung Tarakan–Surabaya–Jakarta secara terbatas. Pelayaran ini dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026 menggunakan KM Lambelu.

Rute tersebut bersifat insidentil karena kapal akan menjalani perawatan (docking) di Jakarta. Estimasi kedatangan di Pelabuhan Tanjung Priok dijadwalkan pada 28 April 2026.

Rencana pelayaran langsung ini mendapat respons dari Supa’ad Hadianto, SE., Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara. Ia menilai kehadiran rute tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses transportasi laut langsung.

Menurutnya, selama ini warga Kaltara, khususnya Tarakan, belum memiliki akses kapal langsung ke Surabaya. Jika pun ada, penumpang harus transit di Balikpapan dan berganti kapal, yang tentu memakan waktu dan biaya lebih besar.

“Ini jelas bagian dari aspirasi masyarakat. Selama ini akses langsung itu tidak tersedia, sehingga masyarakat harus transit dulu. Kehadiran rute ini tentu sangat membantu,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa pelayaran tersebut masih bersifat sementara. Kapal hanya melintasi rute Tarakan–Surabaya–Jakarta karena agenda perawatan di Jakarta. Meski demikian, Supa’ad berharap momentum ini bisa menjadi pintu masuk bagi PT Pelni untuk membuka rute reguler ke depan.

“Harapan saya tidak hanya tanggal 24 saja, tapi bisa berkesinambungan. Ini penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Supa’ad yang juga Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kaltara.

Ia menilai keberadaan transportasi laut yang terjangkau sangat dibutuhkan, terutama di tengah potensi kenaikan harga tiket pesawat akibat kondisi global.

“Pelni ini solusi transportasi ekonomis bagi masyarakat. Apalagi kalau harga tiket pesawat naik, kapal laut jadi alternatif utama,” katanya.

Selain itu, Supa’ad uga mendorong agar konsep tol laut tidak hanya fokus pada distribusi barang, tetapi juga mengakomodasi angkutan penumpang. “Tol laut jangan hanya barang dan jasa, tapi juga penumpang harus dilayani,” tambahnya.

Ke depan, dalam agenda kunjungan dapil, Supa’ad berencana mengundang pihak Pelni untuk berdiskusi langsung bersama masyarakat. Ia menyebut, forum tersebut penting untuk memberikan pemahaman sekaligus mencari solusi atas kebutuhan transportasi di daerah.

Ia berharap, sebelum jadwal pelayaran 24 April, Pelni dapat di hadirkan untuk berdialog dengan masyarakat.

“Supaya ada pemahaman bersama dan bisa dicari solusi terbaik,” pungkasnya.

Peliput:

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments