DetailNews.id, Bitung — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pengawasan keamanan laut, distribusi energi bersubsidi, hingga kampanye kebersihan pesisir di wilayah Sulawesi Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Kamis (30/4/2026), menjadi bagian dari strategi pendekatan humanis kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah perairan sekaligus membangun kemitraan informasi dengan media.
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas kepolisian di wilayah laut yang luas dan dinamis.
“Di wilayah perairan, kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran rekan-rekan wartawan sangat penting untuk berbagi informasi yang akurat demi kepentingan masyarakat, khususnya di Kota Bitung,” ujar Bayuaji.
Ia juga menyoroti dampak global terhadap kondisi lokal, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu dinamika geopolitik internasional.
“Kenaikan BBM yang dipengaruhi situasi global harus kita sikapi bersama dengan pengawasan ketat. Kami ingin memastikan tidak ada penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun distribusi LPG 3 kg yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Selain isu energi, Ditpolairud juga mendorong kolaborasi dalam menjaga kebersihan laut dan pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem dan pariwisata daerah.
“Kebersihan pantai dan laut adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari pendekatan langsung kepada masyarakat pesisir, Ditpolairud Polda Sulut juga mengintensifkan program Klinik Terapung, yakni layanan kesehatan gratis bagi nelayan dan warga pulau terpencil.
Program ini dilaksanakan di atas Kapal SPOB Alvina di perairan Selat Lembeh pada hari yang sama. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Bayuaji menegaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran negara di wilayah yang sulit dijangkau layanan kesehatan.
“Klinik Terapung bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bukti kehadiran Polri untuk menjangkau masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil yang selama ini kesulitan akses layanan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini akan terus diperluas agar menjangkau lebih banyak wilayah.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan serupa di lokasi lain agar tidak ada masyarakat yang terlewatkan dari perhatian negara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Bitung, Muaz Taizar Basalamah, menyambut positif langkah kolaboratif tersebut dan menegaskan kesiapan insan pers untuk mendukung upaya Polairud.
“Kami mengapresiasi inisiatif Polairud. Ke depan, kolaborasi ini harus terus diperkuat, terutama dalam pemberitaan yang mendorong ketertiban dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pesisir,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Ditpolairud Polda Sulut, termasuk Kasubdit Patroliairud Kompol Karel Tangay bersama personel lainnya.
Melalui sinergi antara kepolisian dan media, diharapkan pengawasan wilayah perairan Sulawesi Utara semakin optimal, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.
Peliput : ical



