DetailNews.id, Sulut – Di tengah meningkatnya dinamika informasi di media sosial yang kerap memunculkan berbagai isu sensitif di masyarakat, ajakan untuk menjaga persatuan dan kewaspadaan terhadap berita provokatif kembali disampaikan oleh sejumlah tokoh daerah. Seruan ini dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Ketua GP Ansor Sulawesi Utara, Hamri Mokoagow, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah bangsa, khususnya melalui media sosial.
Ia menyampaikan bahwa maraknya isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi dengan bijak, karena dapat berpotensi merusak persatuan dan perdamaian jika tidak disaring dengan baik. Hamri juga menyoroti adanya kekhawatiran terhadap “desain besar” yang dinilai dapat mengganggu keharmonisan dan merusak persaudaraan antarwarga.
Menurutnya, sejumlah gesekan sosial yang muncul di berbagai daerah, termasuk isu antarsuku serta perbedaan pandangan terhadap tokoh agama, harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Bangsa ini harus kita jaga bersama. Perbedaan suku, agama, dan budaya adalah kekayaan bangsa yang diwariskan para leluhur,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).
Hamri juga mengingatkan masyarakat agar mengambil pelajaran dari berbagai konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia, seperti di Ambon dan Poso, yang menurutnya hanya membawa kerugian tanpa ada pihak yang benar-benar diuntungkan.
GP Ansor Sulawesi Utara turut mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan falsafah lokal “Torang Samua Basudara” sebagai simbol persaudaraan dan toleransi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun narasi yang dapat memecah belah kelompok, suku, dan agama.
Pesan tersebut ditutup dengan ajakan untuk menjaga Indonesia tetap aman, rukun, dan damai melalui semangat persatuan dalam keberagaman dengan slogan “Satu Bangsa, Satu Tujuan”.





