DetailNews.id, Ternate – Upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja terus dilakukan kalangan akademisi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Ternate melaksanakan program edukasi kesehatan bagi pengelola dan operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mencegah risiko penyakit akibat paparan pencemaran udara di lingkungan kerja.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Program Studi D-III Sanitasi melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PkM) dengan menggandeng pengelola SPBU sebagai mitra.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di kantor SPBU No. 84.977.01 Kalumata pada 23 Mei 2026 dengan sasaran jajaran manajemen dan operator SPBU.
Tim pengabdian dipimpin oleh Purnama Sidebang bersama tim dosen Iksan Nasrun dan Nuke Dianita serta melibatkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan.
Kegiatan dilakukan melalui metode diskusi dan advokasi kesehatan terkait upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan akibat dampak pencemaran udara terhadap petugas SPBU.
“Tujuan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya yang dilakukan dunia akademisi dalam meningkatkan awareness jajaran manajemen dan operator SPBU akan dampak pencemaran udara di lingkungan kerja serta diperolehnya komitmen dalam penyediaan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD),” ujar Purnama.

Ia menjelaskan, operator SPBU termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak kesehatan akibat paparan udara ambien yang tercemar. Kegiatan ini juga merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian tahun 2021 yang menunjukkan tingginya konsentrasi Particulate Matter di area SPBU.
Menurutnya, pada praktik di lapangan masih ditemukan penggunaan APD yang belum maksimal, terutama masker pelindung pernapasan. Faktor ketidaknyamanan, keterbatasan ketersediaan APD, hingga belum adanya instruksi yang tegas dari manajemen menjadi penyebab masih rendahnya penggunaan masker saat bekerja.
Kegiatan advokasi dilakukan melalui pemaparan materi mengenai risiko kesehatan akibat pencemaran udara di lingkungan SPBU, penggunaan APD, hingga sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali kendala yang dihadapi operator.

Sebanyak 14 peserta yang terdiri dari pengawas (supervisor) dan operator SPBU Kalumata mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung.
Di akhir kegiatan, pihak manajemen SPBU menyatakan komitmen untuk menyediakan sarana kesehatan berupa masker bagi operator yang bertugas setiap hari.
Tim pengabdian juga menyerahkan bantuan masker respirabel sebagai bentuk dukungan awal agar penyediaan APD dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Pengabdian ini menunjukkan hasil positif. Terlihat dari respons para operator yang mulai menggunakan APD berupa masker saat bertugas setelah mengikuti kegiatan ini. Kami berharap hal tersebut terus konsisten dilakukan,” tutup Purnama.
Peliput : Noval






