Rabu, Mei 27, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraDapur Umum Bergerak, 30 Kilo Daging Disiapkan untuk 150 Orang

Dapur Umum Bergerak, 30 Kilo Daging Disiapkan untuk 150 Orang

DetailNews.id, Tarakan – Dibalik lancarnya pelaksanaan kurban, ada kerja senyap para ibu-ibu yang sejak pagi berjibaku di dapur umum. Mereka sibuk mengiris bumbu, merebus tulangan, hingga menyiapkan berbagai hidangan untuk para panitia dan peserta kurban.

Salah satunya dipimpin Daryatun, Ketua Persiapan Konsumsi Panitia Kurban, yang tampak sibuk mengawasi proses masak-memasak bersama puluhan ibu rumah tangga lainnya.

Menurut Daryatun, konsumsi yang disiapkan khusus diperuntukkan bagi panitia kurban, peserta kurban (sohibul kurban), hingga warga yang terlibat langsung dalam kegiatan penyembelihan.

“Ini untuk konsumsi panitia kurban, termasuk sohibul kurban,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 30 kilogram daging dan 25 kilogram tulangan disiapkan untuk diolah menjadi santapan siang bagi sekitar 100 hingga 150 orang.

“Daging yang disiapkan sekitar 30 kilo, tulangan 25 kilo. Untuk kurang lebih 100 sampai 150 orang,” ujarnya.

Menu yang disiapkan pun terbilang lengkap dan menggugah selera. Panitia konsumsi menyiapkan aneka olahan khas berbahan daging kurban, mulai dari oseng atau rica daging, sop tulang, acar, hingga buah semangka sebagai pencuci mulut. Tak ketinggalan, berbagai kue ringan juga disiapkan untuk menemani panitia yang bekerja sejak pagi.

“Menunya ada olahan daging, sop tulang, acar, terus pencuci mulut semangka. Ada juga kue-kue untuk cemilan panitia,” katanya.

Jika tak ada kendala, seluruh hidangan ditargetkan siap setelah Salat Zuhur.
“Habis salat Zuhur baru makan. Insyaallah jam 12 sudah siap,” tambahnya.

Yang menarik, seluruh proses memasak dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 30 ibu-ibu dari kelompok salawat RT 04 dan warga sekitar. Dengan penuh kekompakan, mereka bahu membahu mengurus kebutuhan konsumsi sejak pagi hari.

“Ibu-ibu yang bantu ini dari kelompok salawat RT 04 dan warga sekitar juga. Kurang lebih ada 30 orang,” kata Daryatun.

Pemandangan di dapur umum itu menjadi gambaran lain dari makna Iduladha di Juata Permai. Jika para bapak berjibaku mengurus penyembelihan dan distribusi daging, para ibu mengambil peran penting memastikan semua yang bekerja mendapat makanan hangat setelah seharian bergotong royong.

Di tengah aktivitas yang padat, tawa dan candaan sesekali terdengar dari dapur umum. Keringat bercucuran tak mengurangi semangat mereka. Sebab bagi warga Juata Permai, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga merawat kebersamaan dan memastikan kebahagiaan dirasakan bersama.

“Yang paling penting itu kekompakan warga tetap terjaga. Karena kegiatan seperti ini bukan cuma soal kurban, tapi soal kebersamaan,” tutup Daryatun.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments