DetailNews.id, Boltim – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Bupati Boltim, Oskar Manoppo, untuk mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Boltim tersebut, Oskar Manoppo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai dasar negara yang diperingati setiap tahun. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi pedoman nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai elemen pemerintahan yang hadir, Bupati membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Di tengah dinamika geopolitik dunia dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, Pancasila dinilai tetap menjadi penuntun arah perjalanan bangsa.
Indonesia, lanjut amanat tersebut, memiliki modal besar untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia melalui nilai musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman yang telah menjadi bagian dari jati diri bangsa.
Bagi Oskar Manoppo, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara, melainkan memastikan nilai-nilainya benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam setiap program pembangunan.
Menurutnya, setiap kebijakan publik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara adil, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian pemerintah. Ia menegaskan tidak boleh ada warga yang merasa terpinggirkan atau tidak memperoleh akses yang sama terhadap pelayanan dan pembangunan.
“Pancasila harus hadir dalam keputusan-keputusan yang kita ambil. Setiap kebijakan harus berorientasi pada keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat,” tegas Oskar.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boltim Argo V. Sumaiku, unsur DPRD, TNI-Polri, Kementerian Agama, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Pemerintah Kabupaten Boltim berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Peliput : Amingsih






