Selasa, Juni 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaMuna BaratGerakan Sayang Peduli Anak Resmi Diluncurkan, Darwin Tekankan Pembentukan Karakter

Gerakan Sayang Peduli Anak Resmi Diluncurkan, Darwin Tekankan Pembentukan Karakter

DetailNews.id, Muna Barat – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) resmi meluncurkan program Gerakan Sayang Peduli Anak di Kecamatan Wadaga, Senin (15/6/2026). Program ini digagas sebagai upaya membentuk generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan berpotensi menjadi pemimpin masa depan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebatas memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dan mental anak didik.

“Peran guru dalam memberikan edukasi, nasihat, dan pendidikan harus betul-betul menyentuh pola hidup dan karakter mental anak. Tidak bisa hanya fokus mengajar sementara mental dan karakter anak tidak baik. Pembentukan karakter dan mata pelajaran harus berjalan berbarengan,” ujar Darwin.

Bupati juga menyoroti berbagai aktivitas murid di luar jam sekolah yang dinilai sering luput dari pengawasan. Untuk itu, ia berencana menginstruksikan kepala sekolah dan Dinas Pendidikan agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kegiatan siswa.

“Jangan ada kegiatan sekolah di luar jam sekolah tanpa sepengetahuan kepala sekolah atau dinas. Kalau murid dipanggil ke rumah guru atau tempat lain, harus ada kontrol. Pelecehan terjadi karena ada kesempatan dan peluang,” tegasnya.

Ia juga meminta agar kegiatan belajar tambahan tidak dilakukan pada malam hari serta tidak hanya melibatkan satu atau dua siswa.

“Harus jelas tempatnya di sekolah, dan jangan malam-malam,” tambahnya.

Terkait meningkatnya kenakalan remaja, Darwin menyatakan dukungannya terhadap wacana pembatasan jam malam bagi anak-anak. Menurutnya, peran orang tua dan pemerintah desa sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah.

“Kalau saya sebagai orang tua, saya batasi anak keluar hanya sampai jam 08.00 malam. Di luar itu tidak boleh. Ini karena terlalu longgar. Orang tua longgar, anak tidak diurus, akhirnya berbuat kejahatan di luar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi terkait pengawasan anak akan melibatkan kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi kepada para orang tua. Jika kondisi dinilai semakin mengkhawatirkan, penerapan jam malam bagi anak akan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

“Ini bagian dari pola sayang kita kepada anak. Kalau tidak disiplin dari sekarang, anak-anak bisa kebablasan,” pungkas Darwin.

Sementara itu, Camat Wadaga, Zailin, mengungkapkan bahwa program Gerakan Sayang Peduli Anak lahir sebagai respons terhadap berbagai tantangan perkembangan zaman, khususnya kemajuan teknologi yang memengaruhi pola pergaulan anak-anak dan remaja.

“Harapan kami, gerakan ini menjadi langkah bersama dalam menjaga dan memastikan masa depan anak-anak kita,” katanya.

Menurut Zailin, keluarga sebagai lembaga pendidikan informal pertama dan utama memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Namun, fungsi tersebut saat ini dinilai mulai mengalami pelemahan.

“Kami berupaya membangkitkan semangat kebersamaan melalui kerja sama semua pihak, mulai dari keluarga, kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, sekolah, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat,” jelasnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan spiritual, emosional, dan akademis generasi masa depan di Kabupaten Muna Barat.

Peliput: Yus Misran

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments