DetailNews.id, Kotamobagu – Kebutuhan perbaikan jalan di Kota Kotamobagu terus meningkat seiring banyaknya ruas yang harus dipelihara. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus menentukan prioritas agar penanganan jalan tetap memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu, Claudy Mokodongan, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus selektif menentukan ruas jalan yang akan mendapatkan penanganan.
Menurutnya, prioritas utama akan diberikan kepada jalan yang mengalami kerusakan cukup parah serta memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.
“Dana untuk hotmix tahun ini hanya Rp8 miliar. Anggarannya turun dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp10 miliar,” ujar Claudy saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk melakukan pemeliharaan seluruh ruas jalan di Kota Kotamobagu jauh lebih besar dibandingkan kemampuan keuangan daerah saat ini.
“Untuk pemeliharaan semua ruas jalan di Kota Kotamobagu, angka Rp100 miliar saja tidak cukup. Total ada 1.117 ruas jalan, terdiri dari 721 ruas jalan desa dan 396 ruas jalan kota,” jelasnya.
Claudy menambahkan, meski anggaran terbatas, Pemkot Kotamobagu tetap berupaya melakukan perbaikan secara bertahap agar kondisi infrastruktur jalan dapat terus ditingkatkan.
Program perbaikan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, akses pelayanan publik, serta kenyamanan pengguna jalan.
Pemkot Kotamobagu juga berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Dengan sinergi antar pemerintah, kebutuhan pembangunan jalan di Kotamobagu diharapkan dapat terpenuhi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peliput : Owen






