DetailNews.id, Bolmong – Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan sekaligus melindungi diri dari jebakan pinjaman ilegal menjadi fokus kegiatan edukasi keuangan yang digelar OJK, Bank SulutGo, dan BNI di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Bolaang Mongondow. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta perlindungan terhadap berbagai risiko keuangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdullah Mokoginta, mewakili Bupati Yusra Alhabsyi. Turut hadir Group Head Operasional Bank SulutGo, Nolvy Kilanta, Asisten Manager Divisi OJK, Shinta Kora, serta jajaran BNI Lolak.
Dalam sambutannya, Abdullah Mokoginta menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian keluarga.
Menurutnya, kemampuan mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran, menabung, dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak menjadi keterampilan yang harus dimiliki masyarakat di tengah perkembangan ekonomi saat ini.
“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui edukasi keuangan yang baik, masyarakat dapat lebih cerdas dalam mengelola keuangan keluarga, mengembangkan usaha, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan yang merugikan,” ujar Abdullah.
Sementara itu, mewakili Direksi Bank SulutGo, Nolvy Kilanta menegaskan komitmen BSG dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan layanan perbankan yang mudah diakses.
“UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian daerah. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami pengelolaan keuangan yang baik, memanfaatkan layanan perbankan secara optimal, serta menggunakan akses pembiayaan yang sehat dan produktif untuk mengembangkan usaha,” kata Nolvy.
Selain edukasi mengenai produk dan layanan perbankan, peserta juga mendapatkan informasi terkait penggunaan transaksi digital melalui QRIS, pembukaan rekening, hingga pentingnya membangun rekam jejak keuangan yang baik untuk memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan resmi.
Pada sesi edukasi, OJK melalui Shinta Kora memberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan keluarga dan usaha. Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar memiliki perencanaan keuangan yang jelas, menyusun anggaran usaha, dan membangun kebiasaan menabung.
Shinta turut menyoroti maraknya praktik pinjaman online ilegal yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Ia mengajak masyarakat menerapkan prinsip “Legal dan Logis” sebelum mengajukan pinjaman.
“Jangan mudah tergiur dengan tawaran pinjaman cepat tanpa memeriksa legalitasnya. Pastikan lembaganya resmi dan sesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan keuangan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Menurut Shinta, total kewajiban cicilan idealnya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat dan tidak mengganggu kebutuhan keluarga maupun operasional usaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal, serta terhindar dari risiko pinjaman ilegal.
Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, OJK, Bank SulutGo, dan BNI dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Peliput : Dayat






