Minggu, Juni 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBoltaraKaisa Afwa Mokoginta Bawakan Puisi Mengharukan di Wisuda Perdana SDIT Waladun Sholeh

Kaisa Afwa Mokoginta Bawakan Puisi Mengharukan di Wisuda Perdana SDIT Waladun Sholeh

DetailNews.id, Boltara – Perjalanan SDIT Waladun Sholeh Boroko dari sebuah sekolah yang tumbuh dalam keterbatasan hingga melahirkan lulusan angkatan pertama menjadi kisah yang penuh makna. Cerita itu tergambar dalam puisi “Jejak Kecil di Sekolah” yang dibawakan Kaisa Afwa Mokoginta pada acara penamatan siswa.

Dari seluruh rangkaian acara, penampilan seorang siswi bernama Kaisa Afwa Mokoginta menjadi salah satu momen yang paling menyentuh perhatian para tamu undangan. Putri Kepala Dinas Kesehatan Boltara, Sofian Mokoginta, SKM, bersama Ny. Cici Mokoginta Rambing itu membawakan puisi berjudul “Jejak Kecil di Sekolah” dengan penuh penghayatan.

Lewat bait-bait puisinya, Kaisa menggambarkan perjalanan SDIT Waladun Sholeh sejak awal berdiri hingga berhasil mengantarkan 25 siswa kelas VI angkatan pertama menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Puisi tersebut tidak hanya menjadi ungkapan perpisahan, tetapi juga bentuk apresiasi kepada para guru, orang tua, dan seluruh keluarga besar sekolah yang telah berjuang membangun pendidikan Islam berkualitas di tengah berbagai keterbatasan.

Salah satu bagian puisi yang menarik perhatian berbunyi:

“Namun ternyata, mimpi tidak pernah membutuhkan kemewahan untuk tumbuh. Ia hanya memerlukan keyakinan, dan hati-hati yang tak pernah menyerah.”

Pesan tersebut menggambarkan semangat SDIT Waladun Sholeh yang tumbuh melalui ketulusan, kerja keras, dan komitmen dalam mencetak generasi berilmu serta berakhlak.

Suasana semakin emosional ketika Kaisa menyampaikan bait penghormatan kepada para guru yang selama enam tahun mendampingi para siswa.

“Engkau adalah matahari yang tak pernah lelah menyinari. Di balik senyum yang selalu kau hadiahkan, ada lelah yang kau sembunyikan.”

Ucapan tersebut menjadi penghargaan bagi para pendidik yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan doa kepada para siswa.

Tak hanya guru, puisi itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua atas perjuangan dan dukungan yang diberikan selama perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Penampilan Kaisa ditutup dengan pesan penuh optimisme bahwa para lulusan membawa bekal kesabaran, kebersamaan, cinta, dan doa untuk melangkah menuju masa depan.

Tepuk tangan panjang pun menggema setelah puisi selesai dibacakan. Banyak tamu undangan mengaku tersentuh oleh pesan yang disampaikan dalam karya tersebut.

Momen itu menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam acara penamatan perdana SDIT Waladun Sholeh. Puisi “Jejak Kecil di Sekolah” tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga simbol perjalanan sebuah sekolah yang tumbuh dari kesederhanaan dan berhasil melahirkan generasi pertama dengan penuh harapan.

Peliput : Kifli

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments