DetailNews.id, Boltara – Pecatur nasional Ramlan Pomolango memberikan pembekalan khusus kepada cucunya, Muhammad Fajrin Patadjenu atau Mudi Patadjenu, jelang menghadapi turnamen catur tingkat nasional. Dalam pertemuan yang berlangsung Sabtu (27/6/2026), Ramlan menekankan pentingnya memahami prinsip dasar permainan sejak langkah awal.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ramlan, Sabtu (27/6/2026), menjadi momen berbagi pengalaman sekaligus memperkuat mental bertanding bagi pecatur muda yang dalam beberapa waktu terakhir sukses meraih prestasi pada sejumlah kejuaraan catur tingkat regional di Sulawesi.
Menurut Ramlan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pecatur pemula adalah menentukan langkah yang tepat sejak fase pembukaan permainan. Kurangnya pemahaman terhadap prinsip dasar membuat banyak pemain kehilangan arah dan akhirnya berada dalam posisi yang merugikan hanya dalam beberapa langkah pertama.
“Catur bisa menjadi permainan yang sulit bagi pemula. Tanpa memahami prinsip pembukaan, pemain sering kali hanya menggerakkan bidak secara acak hingga akhirnya terjebak dalam posisi kalah,” ujarnya.
Ramlan menjelaskan, fase pembukaan merupakan fondasi dalam permainan catur. Keberhasilan membangun posisi sejak awal akan menentukan peluang pemain memasuki permainan tengah dan akhir dengan kondisi yang lebih menguntungkan.
Ia menguraikan lima prinsip dasar pembukaan catur klasik yang wajib dipahami setiap pemain, terutama bagi mereka yang baru menekuni olahraga tersebut.
Prinsip pertama adalah menguasai petak-petak pusat papan, yakni e4, d4, e5, dan d5. Penguasaan area tersebut akan memberikan ruang gerak lebih luas bagi seluruh buah catur.
Selanjutnya, pemain harus segera mengembangkan perwira minor, yaitu kuda dan gajah, ke petak-petak aktif. Ramlan menyarankan agar kuda dikembangkan lebih dahulu sebelum gajah serta menghindari menggerakkan buah yang sama berulang kali tanpa alasan yang mendesak.
Prinsip berikutnya adalah menjaga keamanan raja melalui rokade. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya melindungi raja, tetapi juga mengaktifkan benteng sehingga lebih siap memasuki permainan tengah.
Ia juga mengingatkan agar pemain tidak terlalu cepat mengeluarkan menteri pada fase pembukaan karena dapat menjadi sasaran serangan lawan dan menghambat proses pengembangan buah catur lainnya.
Selain itu, koordinasi benteng juga menjadi aspek penting. Benteng akan bekerja lebih efektif apabila ditempatkan pada lajur terbuka dan saling terhubung setelah proses pengembangan selesai.
Ramlan berharap pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar tersebut dapat menjadi bekal bagi Mudi Patadjenu dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Prinsip-prinsip ini adalah fondasi permainan catur. Jika dikuasai dengan baik, pemain akan lebih mudah berkembang dan mampu membangun posisi yang kuat sejak langkah pertama,” katanya.
Dengan pengalaman yang dimiliki sebagai pecatur nasional, Ramlan optimistis regenerasi atlet catur di Sulawesi Utara akan terus berjalan. Ia berharap semakin banyak pecatur muda mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional melalui penguasaan teknik dasar yang baik dan latihan yang konsisten.
Peliput : Kifli






