DetailNews.id, Bitung – Dugaan beredarnya air minum dalam kemasan (AMDK) galon yang diduga tercemar menghebohkan warga Kota Bitung, Sulawesi Utara. Seorang konsumen mengaku menemukan air berbau menyengat dan terdapat jentik nyamuk di dalam galon yang masih bersegel setelah sebagian isinya dikonsumsi oleh keluarganya.
Peristiwa itu dialami Abdul Gafur Bawoel, warga Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga. Ia mengaku membeli dua galon air mineral bermerek di sebuah warung di wilayah Kadoodan, Kecamatan Madidir.
Menurut Gafur, kejanggalan baru diketahui saat isi galon telah digunakan sekitar setengahnya. Keluarganya mencium aroma tidak sedap dan menemukan benda yang diduga jentik nyamuk di dalam air.
”Kami membeli produk bersegel karena yakin kualitasnya terjamin. Namun setelah dipakai, airnya berbau menyengat dan terlihat ada jentik di dalam galon. Kami sangat kecewa dan khawatir karena keluarga sudah mengonsumsinya,” kata Gafur.
Ia mengungkapkan, satu galon lain yang dibeli bersamaan bahkan telah habis diminum oleh anaknya. Sebelum habis, sang anak sempat mengeluhkan aroma air yang tidak biasa, namun keluarga belum menaruh kecurigaan.
Merasa dirugikan, Gafur kemudian mengembalikan galon tersebut ke warung tempat pembelian dan meminta agar dipertemukan dengan pihak distributor saat pengiriman berikutnya.
Keesokan harinya, saat armada distributor datang, sopir kendaraan disebut tidak mengambil keputusan terkait komplain tersebut dan menyarankan agar klaim diajukan langsung ke gudang atau agen penyalur.
Saat dikonfirmasi, pemilik agen penyalur wilayah Kadoodan, Ko’ Beng, membantah persoalan itu berasal dari gudangnya. Menurutnya, agen hanya bertugas mendistribusikan produk.
”Kami hanya sebagai penyalur. Kalau memang ada dugaan masalah pada produk, itu menjadi ranah pihak perusahaan produsen yang melakukan proses pengemasan,” ujarnya.
Kasus ini memicu keresahan warga sekitar yang selama ini menggunakan air minum kemasan bersegel sebagai kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap ada kepastian mengenai keamanan produk yang beredar di pasaran.
”Kalau produk bersegel saja diduga bermasalah, tentu masyarakat menjadi waswas. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mendesak instansi pengawas untuk melakukan investigasi, termasuk pengujian laboratorium terhadap sampel air serta penelusuran jalur distribusi guna memastikan penyebab dugaan pencemaran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan produsen air minum kemasan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya air galon yang berbau dan diduga mengandung jentik nyamuk. Informasi mengenai dugaan pencemaran ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Peliput : ical






