DetailNews.id, Bitung – Polemik usulan pembubaran Perumda Pasar Kota Bitung terus memanas. Sehari setelah Aliansi Torang Pedagang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Bitung, Rabu (15/7/2026), Dewan Pakar DPD APPSI Kota Bitung sekaligus koordinator aksi, H. Harsono Muhamad, S.Sos, menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Bitung Rafika Papente dari Fraksi PDI Perjuangan bersama sejumlah legislator yang tetap bertahan menerima aspirasi pedagang hingga aksi berakhir.
Menurut Harsono, terlepas dari perbedaan pandangan terkait usulan pembubaran Perumda Pasar, sikap Rafika Papente yang hadir langsung menemui massa menunjukkan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
”Kami mengapresiasi Ibu Rafika Papente dan anggota DPRD lainnya yang tetap berada di ruang sidang, mendengar seluruh aspirasi pedagang sampai selesai. Itulah sikap seorang wakil rakyat, berani menghadapi rakyat yang diwakilinya, bukan menghindar saat masyarakat datang menyampaikan aspirasi,” kata Harsono.
Namun, Harsono melontarkan kritik keras kepada Anggota DPRD Kota Bitung dari Fraksi Gerindra, Yani Ponengoh, yang menurutnya meninggalkan gedung DPRD ketika massa aksi masih berada di lokasi.
Ia menilai tindakan tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan para pedagang yang berharap seluruh anggota DPRD hadir mendengar tuntutan mereka.
”Kalau memang merasa benar dengan sikap dan pendapatnya, seharusnya hadapi rakyat. Jangan pergi meninggalkan gedung saat Pedagang datang. Bagi kami, sikap seperti itu adalah sikap pengecut,” tegas Harsono.
Harsono mengatakan aksi pedagang dilakukan secara terbuka untuk meminta DPRD mengusut berbagai persoalan yang terjadi di Perumda Pasar sejak 2022 hingga 2025, bukan semata-mata membahas pembubaran perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, pedagang justru mempertanyakan mengapa usulan pembubaran baru muncul ketika manajemen Perumda Pasar mulai melakukan pembenahan.
”Dulu ketika pedagang meminta pembenahan bahkan mengusulkan pembubaran karena banyak persoalan, aspirasi kami tidak pernah digubris. Sekarang ketika Perumda mulai berbenah, tiba-tiba muncul wacana pembubaran. Ini yang menjadi tanda tanya besar bagi pedagang,” ujarnya.
Harsono menegaskan Aliansi Torang Pedagang akan terus mengawal proses pengawasan DPRD terhadap Perumda Pasar. Ia meminta seluruh anggota dewan menunjukkan keberpihakan kepada Pedagang dengan membuka seluruh dugaan persoalan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.
”Kami tidak sedang mencari musuh politik. Kami hanya meminta keberanian DPRD untuk membongkar seluruh persoalan yang selama ini menjadi beban pedagang. Kalau ada yang salah, bongkar. Kalau ada yang merugikan pedagang, proses sesuai aturan. Itu yang kami perjuangkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa wakil rakyat dipilih untuk mendengar suara Rakyat dalam hal ini Pedagang, sehingga menurutnya tidak sepatutnya menghindari dialog ketika Massa Aksi datang menyampaikan aspirasi.
”Jabatan itu lahir dari suara rakyat. Karena itu, ketika rakyat atau pedagang datang, jangan menghilang. Hadapi, dengarkan, dan berikan penjelasan. Itu esensi seorang wakil rakyat,” tutup Harsono.
Peliput : ical






