BerandaKaltaraKuota PIP Menyusut, 209 Siswa Tarakan Terima Bantuan, Deddy Sitorus Soroti Pengurangan...

Kuota PIP Menyusut, 209 Siswa Tarakan Terima Bantuan, Deddy Sitorus Soroti Pengurangan Anggaran Pendidikan

DetailNews.id, Tarakan – Sebanyak 209 siswa di Kota Tarakan menerima bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dalam penyaluran yang berlangsung di Rumah Aspirasi Deddy Sitorus, Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Gunung Lingkas, Rabu (5/8/2026). Penyerahan bantuan turut dihadiri Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara Deddy Yevri Sitorus.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tarakan menyampaikan apresiasi kepada Deddy Yevri Sitorus Anggota Komisi II DPR RI atas dukungannya dalam memperjuangkan penyaluran bantuan PIP bagi pelajar di Kota Tarakan.

“Atas nama Pemerintah Kota Tarakan, kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Deddy Yevri Sitorus atas dukungan dan perhatian melalui penyaluran Beasiswa Program Indonesia Pintar bagi siswa di Kota Tarakan,” ujar Khairul.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh penerima bantuan. Menurutnya, dana beasiswa tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi penyemangat bagi siswa agar terus berprestasi.

“Semoga bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan menjadi motivasi bagi para siswa agar terus berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan, sebanyak 209 siswa yang menerima PIP kali ini merupakan bagian dari total sekitar 840 penerima di Kota Tarakan. Namun, ia menyoroti jumlah tersebut yang dinilai jauh menurun dibandingkan periode 2019–2024.

Menurut Deddy, pada tahun-tahun sebelumnya Kalimantan Utara rata-rata memperoleh sedikitnya 8.000 kuota PIP setiap tahun. Sementara pada 2026 jumlahnya turun menjadi sekitar 2.700 penerima.

“Kalau 2019 sampai 2024 itu rata-rata kita minimal bisa dapat 8.000-an PIP. Kalau tahun ini tidak sampai 3.000, sekitar 2.700-an. Jadi memang jumlahnya jauh menurun,” ujarnya kepada wartawan usai kegiatan.

Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menilai penurunan kuota PIP diduga berkaitan dengan pengalihan sebagian anggaran pendidikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengingatkan Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa dana pendidikan tidak boleh digunakan untuk membiayai program tersebut.

Karena itu, Deddy berharap pemerintah segera melakukan penataan kembali anggaran pendidikan tanpa harus menunggu hingga 2028.

“Kita berharap jangan ditunda sampai 2028, harusnya 2027 sudah berhenti. Sehingga anak-anak kita bisa kembali mendapatkan PIP, KIP Kuliah, perbaikan fasilitas belajar, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer,” tegasnya.

Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung tertib dan dihadiri para siswa penerima manfaat beserta orang tua. Hadir pula Anggota DPRD Kalimantan Utara Rakhmat Sewa, Anggota DPRD Kota Tarakan Saparuddin, Kepala Dinas Pendidikan Tarakan Thamrin Toha, serta Kepala Cabang BRI Tarakan Arief Budiman.

Pemerintah Kota Tarakan berharap Program Indonesia Pintar terus berlanjut sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Tarakan.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments