BerandaJatengAir Jadi Kunci Hadapi Kekeringan, Pemkab Jepara Perkuat Embung dan Irigasi

Air Jadi Kunci Hadapi Kekeringan, Pemkab Jepara Perkuat Embung dan Irigasi

DetailNews.id, Jepara – Upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jepara di tengah potensi kekeringan. Selain memperbaiki saluran irigasi, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan embung serta menyiapkan puluhan sumur dalam di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Mudhofir, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam setiap musim tanam. Kondisi pasokan air yang terbatas dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.

Hal tersebut disampaikan Mudhofir saat meninjau Embung Belik Gesing di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Jumat (25/6).

Menurutnya, pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani terus mendorong penggunaan air secara efisien. Pendampingan kepada petani juga dilakukan agar pola dan teknik pertanaman dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah.

“Pemkab Jepara berupaya bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani agar penggunaan air bisa lebih efisien,” kata Mudhofir.

Data mengenai kondisi lahan dan persoalan yang dihadapi petani menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko tanaman mengalami puso atau gagal panen akibat kekurangan air.

Dari sekitar 21 ribu hektare Lahan Baku Sawah (LBS) di Jepara, sekitar 30 persen masih ditanami padi pada musim tanam ketiga. Kondisi tersebut membuat pengelolaan air menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

Sejumlah wilayah di Jepara juga pernah mengalami dampak kekeringan, salah satunya Kecamatan Kedung. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan infrastruktur yang dapat membantu menyediakan sumber air bagi lahan pertanian.

Salah satunya melalui pembangunan embung di wilayah yang memiliki sumber air. Embung Belik Gesing di Desa Bringin menjadi salah satu fasilitas yang telah dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian.

Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 500 meter kubik dan mampu mendukung pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 11 hektare.

“Kalau ada sumber air di dekat lahan pertanian, kami minta diinformasikan agar bisa kami fasilitasi,” ujar Mudhofir.

Namun, keberadaan embung tidak selalu menjamin ketersediaan air selama musim kemarau. Pada wilayah dengan sumber air terbatas, embung tetap berpotensi mengalami kekeringan apabila musim kemarau berlangsung cukup panjang.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DKPP Jepara juga membangun 30 titik sumur dalam pada tahun ini. Tiga di antaranya menggunakan tenaga surya untuk mendukung operasional pompa, khususnya di lokasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi kebutuhan pertanian.

Sementara itu, Embung Belik Gesing juga telah dimanfaatkan Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1. Embung tersebut dibangun melalui bantuan Kementerian Pertanian dan kini telah difungsikan. Pembangunan akan dilanjutkan pada tahun depan untuk tahap finishing.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1, Zainal Sholikin, mengatakan keberadaan embung membantu menjaga pasokan air bagi sekitar 20 petani yang mengusahakan tanaman padi, jagung, dan kacang.

“Adanya embung membuat debit air lebih terjamin,” katanya.

Melalui pembangunan embung, sumur dalam, perbaikan irigasi, serta pendampingan kepada petani, Pemkab Jepara berupaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga aktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko dampak kekeringan terhadap lahan dan hasil produksi petani.

Peliput : Slamet

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments