DetailNews.id, Seluma – Semangat meningkatkan budaya baca di kalangan generasi muda terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Seluma. Memasuki hari ketiga Festival Literasi Kabupaten Seluma 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Seluma menggelar bedah buku yang melibatkan pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Seluma, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperluas wawasan, memahami isi bacaan secara lebih mendalam, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis melalui diskusi interaktif bersama narasumber.
Festival yang mengusung tema “Menumbuhkan Budaya Literasi, Menguatkan Generasi, Seluma Berinovasi” tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, pada Senin (28/9/2026), bertempat di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seluma.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Nurhadi Saputra, Duta Baca Indonesia Golagong, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Bengkulu, TP-PKK, GOW, DWP, para kepala OPD, serta ratusan guru dan pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Seluma.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Festival Literasi Kabupaten Seluma 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Seluma kembali menggelar kegiatan yang melibatkan para pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Seluma. Salah satu agenda utama pada hari tersebut adalah bedah buku.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seluma, Suparjo, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para pelajar untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan memahami bacaan.
Menurutnya, narasumber memberikan pemahaman mengenai pentingnya budaya membaca di tengah perkembangan zaman. Para siswa tidak hanya diajak membaca teks, tetapi juga memahami makna, pesan, serta gagasan yang terkandung dalam sebuah bacaan.
“Para siswa diajak tidak sekadar membaca kata, tetapi juga menangkap makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini juga bertujuan membangun kemampuan berpikir kritis melalui literasi yang kuat,” ujar Suparjo.
Ia menambahkan, literasi merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta selama mengikuti sesi diskusi.
Para pelajar juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan pendapat mereka secara langsung kepada narasumber maupun peserta lainnya. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai ide kreatif yang disampaikan para siswa.
Suparjo mengajak seluruh masyarakat untuk ikut membangun budaya membaca sehingga dapat melahirkan generasi Seluma yang memiliki wawasan luas dan mampu menghasilkan karya.
“Semoga semangat literasi ini terus hidup dan melahirkan karya nyata bagi kemajuan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan Nasional RI, Nurhadi Saputra, menekankan pentingnya transformasi fungsi perpustakaan di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga harus berkembang menjadi ruang inklusi bagi masyarakat untuk belajar, bertukar gagasan, serta melahirkan inovasi.
“Jadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan mendapatkan ilmu yang baik untuk masyarakat dan anak sekolah agar lebih maju dan berinovasi. Saya sangat berharap literasi di Seluma bisa tumbuh dan berkembang,” ujar Nurhadi.
Wakil Bupati Seluma Gustianto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Seluma memiliki komitmen untuk terus mendorong pembangunan sumber daya manusia, salah satunya melalui penguatan budaya literasi.
Ia berharap Festival Literasi Kabupaten Seluma dapat menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak kegiatan kreatif yang mampu mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan buku dan pengetahuan.
“Melalui Festival Literasi ini, saya berharap lahir berbagai kegiatan kreatif yang dapat mendekatkan masyarakat dengan buku dan pengetahuan,” ungkap Gustianto.
Peliput : Musmulyadi




