BerandaJatimSambut Hari Batik Nasional 2026, SMPN 10 Jember Gelar Membatik Kolosal dan...

Sambut Hari Batik Nasional 2026, SMPN 10 Jember Gelar Membatik Kolosal dan Fashion Show

DetailNews.id, Jember – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Satuan Pendidikan SMP Negeri 10 Jember menggelar aksi membatik kolosal pada Senin (5/10/2026). Rangkaian acara ini diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan menampilkan proses pembuatan batik secara langsung hingga peragaan busana (fashion show). Menariknya, panggung fashion show turut dimeriahkan oleh penampilan siswa peraih Juara 1 ajang Fashion Show Hari Batik Nasional di Jember Creative Center sebelumnya.

Kepala SMP Negeri 10 Jember, Nur Sujayanto, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh penetapan sekolahnya sebagai Sekolah Heritage atau cagar budaya. Selain itu, SMPN 10 Jember memiliki slogan “Gemar Melestarikan Batik” sebagai komitmen menjaga warisan nenek moyang bangsa.

​”Puncak acara peringatan Hari Batik Nasional ini ditujukan untuk melestarikan budaya bangsa melalui giat membatik secara kolosal. Kegiatan ini melibatkan 762 siswa dari kelas 7 hingga 9, dengan bimbingan langsung dari 40 guru dan karyawan,” terang Nur Sujayanto.

Nur Sujayanto menegaskan, ajang ini digelar untuk mempublikasikan sekaligus mengajak masyarakat luas agar semakin mencintai batik. Secara internal, kegiatan ini mempertegas peran SMPN 10 Jember sebagai salah satu sekolah pelopor pelestari budaya nasional, sekaligus wadah mengasah Profil Pelajar Pancasila.

​”Membatik kolosal ini bertujuan mengasah karakter lulusan kami agar lebih kreatif dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi, mengingat batik adalah karya produksi nasional Indonesia,” tegasnya.

Melalui momen ini, Nur Sujayanto juga menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda. Menurutnya, mencintai batik merupakan wujud nyata kepedulian terhadap tanah air.

​”Rasa nasionalisme bisa ditumbuhkan dari hal sederhana, seperti mencintai budaya bangsa serta mau belajar proses pembuatan batik hingga bangga menggunakannya, baik secara pribadi maupun di tingkat nasional,”.

Pada kesempatan yang sama, guru mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Endang Sri Rejeki, S.Pd., memaparkan ada tiga teknik membatik yang diajarkan kepada para siswa dalam kegiatan ini. Teknik tersebut meliputi batik tulis, batik cetak-celup (Shibori) dengan pewarna alami, serta teknik ecoprint yang memanfaatkan bahan alami dari daun dan bunga.

Endang mengungkapkan bahwa rasa senang merupakan kunci utama dalam belajar membatik, yang kemudian disempurnakan dengan kesabaran dan ketelitian.

​”Teori dasar diajarkan secara bertahap di dalam kelas, mulai dari pengenalan definisi batik, teknik-teknik yang digunakan, hingga pengenalan jenis batik yang rumit. Selama proses praktik, anak-anak diajak menikmati pengerjaannya seperti bermain namun tetap beredukasi. Kuncinya ada pada kesabaran dan ketelitian, terutama saat pewarnaan untuk menghasilkan kain batik yang indah,” pungkas Endang

Peliput : Lukman

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments