DetailNews.id, Jember – Guna membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mempersiapkan Generasi Emas 2045, SD Negeri Wirowongso 01 Bekerjasama dengan Poltekkes Malang menggelar Diklat Dokter Kecil Hebat pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “SEHATI: Sehat Menyiapkan Generasi Emas 2045 Membentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” ini diikuti oleh 40 siswa perwakilan kelas 3 hingga kelas 6.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SDN Wirowongso 01 Purwono, S.Pd., Pengawas Bina SD Dinas Pendidikan Kecamatan Ajung Indah Maharani, S.Pd., M.Pd., serta menghadirkan narasumber dari Poltekkes Malang, Yasmin Daliana Salsabila, S.Keb.
Pengawas Bina SD Kecamatan Ajung, Indah Maharani, mengapresiasi tinggi kolaborasi ini. Menurutnya, pemahaman mengenai pola hidup sehat sangat krusial, terlebih saat ini memasuki musim kemarau ekstrem yang memicu maraknya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau influenza tipe A
​”Dari sekian banyak nikmat Allah, yang paling besar adalah sehat. Anak-anak perlu menjaga kesehatan karena mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jika tubuh tidak sehat, tentu anak-anak tidak bisa mengikuti pelajaran dengan maksimal,” ujar Indah dalam sambutannya.
Narasumber Poltekkes Malang, Yasmin Daliana Salsabila, S.Keb., menjelaskan bahwa dokter kecil merupakan program pembinaan untuk mencetak kader kesehatan sekolah yang menjadi teladan bagi teman-temannya.
​”Tugas dokter kecil meliputi edukasi PHBS seperti cuci tangan, sikat gigi, pemeriksaan kuku, memilih jajanan sehat, hingga memilah sampah. Selain itu, mereka dilatih memberikan pertolongan pertama ringan (P3K) di UKS untuk kasus luka ringan, mimisan, atau pusing, serta mengawasi kebersihan lingkungan sekolah. Sederhananya, mereka adalah perpanjangan tangan UKS,” jelas Yasmin.
Sementara itu, Kepala SDN Wirowongso 01, Purwono, S.Pd., menyampaikan bahwa diklat ini lahir sebagai bentuk inovasi sekolah untuk merespons maraknya warga dan siswa yang terserang ISPA di lingkungan sekitar sekolah. Hal ini juga selaras dengan slogan sekolah, yakni SEHATI (Sehat, Hebat, dan Indah).
​”Melalui kegiatan ini, kami membentuk kader dokter kecil untuk mengoptimalkan peran UKS. Nantinya, para siswa akan dibuatkan jadwal piket bergilir dari Senin hingga Sabtu. Tugas mereka tidak hanya P3K, tetapi juga memantau edukasi makanan bergizi, mengobservasi jentik nyamuk demam berdarah, hingga ke depan akan diarahkan pada pengelolaan sampah organik dan anorganik bekerja sama dengan bank sampah,” ungkap Purwono.
Purwono menambahkan, program pembinaan kesehatan ini akan diproyeksikan masuk dalam penganggaran Dana BOS sekolah pada segmen kegiatan PMR/UKS setelah berkoordinasi dengan pengawas pembina.
​”Harapan kami, diklat ini tidak hanya fokus pada kesehatan fisik semata, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan penampilan siswa agar bisa menjadi role model bagi kawan-kawannya. Sebagai pendidik, tugas kita adalah mengantarkan anak didik menjadi generasi yang sehat menuju Generasi Emas 2045,” pungkasnya.
Peliput : Lukman




