DetailNews.id, Jakarta – UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara (Kaltara), Dbaloy, mencatatkan kesepakatan bisnis senilai Rp1,12 miliar dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Produk olahan ikan bandeng tanpa duri yang dikembangkan UMKM asal Kaltara itu juga ludes terjual selama pameran berlangsung.
Capaian tersebut menjadi peluang bagi Dbaloy untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk olahan perikanan khas Kaltara ke pasar internasional.
KPwBI Kaltara memfasilitasi keikutsertaan Dbaloy dalam pameran perdagangan berskala internasional tersebut. Selama kegiatan, Dbaloy mengikuti sejumlah agenda business matching dan business pitching untuk menjajaki kerja sama dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.
Penjajakan bisnis dilakukan dengan calon mitra dari Jepang, Kuwait, India, Filipina, Malaysia, Nigeria, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Brunei Darussalam. Dbaloy juga menjajaki peluang kerja sama dengan mitra ritel modern di dalam negeri.
Sejumlah pertemuan tersebut berlanjut ke tahap permintaan penawaran, pertukaran surat minat pembelian atau inquiry letter, penjajakan Letter of Intent (LoI), hingga negosiasi kontrak penjualan.
Salah satu peluang kerja sama yang dijajaki yakni dengan BMH Sdn. Bhd. dari Sabah, Malaysia, untuk mendukung uji pasar dan penetrasi produk Dbaloy di negara tetangga tersebut.
Sementara itu, komunikasi dengan calon pembeli dari Kuwait dan Suzuya Group di Medan telah memasuki tahap negosiasi LoI. Calon pembeli dari Singapura juga menjajaki peluang ekspor dengan mempertimbangkan penyesuaian kemasan dan skema pengiriman Less than Container Load (LCL).
Selain memperoleh peluang kerja sama dagang, produk Dbaloy mendapat respons positif dari pengunjung pameran. Seluruh produk yang dibawa selama TEI 2026 terjual habis sebanyak 170 boks.
Jumlah tersebut terdiri atas 100 boks Bandeng Prestoku dan 70 boks Bandeng Asapku. Penjualan yang mencapai 100 persen ini menjadi salah satu indikator penerimaan pasar terhadap produk olahan ikan bandeng asal Kaltara.
Keikutsertaan dalam TEI 2026 juga memberikan kesempatan bagi Dbaloy untuk memahami kebutuhan pasar internasional. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain penyesuaian kemasan, pemenuhan persyaratan sertifikasi halal, efisiensi biaya logistik, hingga kesiapan memenuhi permintaan ekspor.
KPwBI Kaltara terus mendorong pengembangan UMKM unggulan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, menjaga kualitas produk, dan memperluas akses pemasaran.
Capaian Dbaloy di TEI 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk merealisasikan peluang kerja sama yang telah dijajaki, sekaligus memperkuat posisi produk olahan perikanan Kaltara di pasar yang lebih luas.
Ke depan, BI Kaltara akan melanjutkan pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM, terutama dalam menindaklanjuti peluang perdagangan, meningkatkan kesiapan ekspor, serta memperluas jejaring pemasaran domestik dan internasional.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis, pengembangan UMKM berorientasi ekspor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat industri pengolahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara yang inklusif dan berkelanjutan.
Peliput: Raden




