DetailNews.id, Jember – Semangat cinta tanah air dikobarkan di SDN Plalangan 03, Kecamatan Kalisat. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari kolaborasi apik siswa, dewan guru, hingga wali murid berkumpul mengikuti program Bimbingan Wawasan Kebangsaan jilid kedua yang dihelat oleh K3S Gugus 03 Kalisat, Kamis (29/10/2026).
Ada yang istimewa dari gelaran kali ini. Bukan sekadar ceramah biasa, acara ini memadukan kekuatan lintas instansi untuk membentengi generasi muda dari ancaman perpecahan maupun dekadensi moral. Sejumlah narasumber penting tampak hadir bergantian memberikan pembekalan, mulai dari Kasi Kurikulum SD Dispendik Jember Muhammad Irfan Zainul Amin, S.Pd.SD, M.M., perwakilan Kejaksaan Ibu Anna Maria,S.H, Kanit Babinkamtibmas Satbinmas Polres Jember Aipda Mahar Syarief, S.Ikom., perwakilan Wadanramil Kalisat, hingga pengasuh Ponpes Ilmu Al-Qur’an Raudlatul Jannah Mayang, Gus H. A. Daniyal, Lc., M.H.I.
Ketua K3S Kecamatan Kalisat, H. Sugianto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi program lanjutan yang disambut antusias tinggi oleh berbagai pihak.
”Wawasan kebangsaan ini sangat efektif bagi anak-anak, guru, maupun orang tua. Tujuannya satu: menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dari akarnya,” ungkap Sugianto.
Antusiasme peserta bimbingan wawasan Kebangsaan peserta terpancar dari keikutsertaan 12 lembaga pendidikan di bawah Gugus 03 Kalisat, yang mencakup 11 sekolah dasar negeri yaitu SDN Plalangan 01–06, SDN Gambiran 01–03, SDN Sumber Ketempa 01, SDN Sumber Ketempa 02, serta satu sekolah swasta, SDU Nurul Huda.
Sementara itu, Wadanramil 0824/03 Kalisat, Peltu Wiwid Wiratno, memberikan apresiasi mendalam atas kolaborasi lintas sektoral yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Jember ini. Menurutnya, penanaman jiwa nasionalisme tidak bisa instan dan harus dimulai sejak bangku sekolah dasar.
”Pendidikan sejak dini sangat krusial agar kelak saat mereka beranjak dewasa dan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka tidak lupa sejarah bangsa serta tetap memegang teguh semangat nasionalisme,” tutur Peltu Wiwid.
Tidak hanya membahas wawasan kebangsaan, suasana cair juga tercipta ketika materi diselingi dengan sosialisasi pencegahan bullying (perundungan) dan kekerasan anak. Wadanramil menegaskan bahwa langkah preventif ini penting agar lingkungan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak-anak untuk menimba ilmu.
Peliput : Lukman




