DetailNews.id, Tarakan – Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) menyiapkan proyek karbon mangrove seluas 68.911 hektare di Kalimantan Utara (Kaltara). Proyek ini menjadi pilot project nasional yang diharapkan mampu memperkuat perlindungan ekosistem mangrove sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Proyek karbon tersebut mencakup wilayah Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung. Dari total luasan yang direncanakan, sebanyak 15.898 hektare berada di kawasan Perhutanan Sosial, sedangkan 53.012 hektare lainnya merupakan Kawasan Ekosistem Mangrove (KEM) atau Areal Penggunaan Lain (APL).
Pengembangan proyek ini dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Bank Dunia. Pelibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting, terutama melalui mekanisme Persetujuan atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free, Prior and Informed Consent (FPIC).
PIU Manager M4CR Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhammad Farid, mengatakan proyek karbon mangrove tidak hanya berorientasi pada nilai karbon yang dihasilkan, tetapi juga harus memastikan masyarakat terlibat dalam pengelolaan serta mendapatkan manfaat yang jelas.
“Pengembangan proyek karbon mangrove perlu dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan harus dilibatkan sejak awal melalui proses PADIATAPA, sehingga mereka memahami rencana kegiatan, hak, serta potensi manfaat yang dapat diperoleh,” ujar Farid, Selasa (3/11/2026)
Menurutnya, kerangka pembagian manfaat atau benefit-sharing menjadi bagian penting dalam persiapan proyek tersebut.
“Karena itu, kerangka pembagian manfaat atau benefit-sharing menjadi bagian penting dalam persiapan proyek ini,” lanjutnya.
Saat ini, proyek karbon mangrove M4CR di Kaltara masih berada dalam tahap persiapan. Pengembangannya mengacu pada standar Verra, salah satu standar yang digunakan dalam pengembangan proyek karbon.
Sebelum kredit karbon dapat diterbitkan, proyek harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari validasi dokumen, audit lapangan, hingga verifikasi hasil aksi mitigasi berupa rehabilitasi dan konservasi oleh lembaga independen.
M4CR menegaskan, hingga saat ini belum ada kredit karbon dari proyek tersebut yang diterbitkan maupun diperdagangkan.
Hasil verifikasi karbon atau Verified Carbon Unit (VCU) diperkirakan baru dapat diperoleh dan masuk ke pasar karbon global pada akhir 2028 atau awal 2029.
Proyek karbon mangrove ini direncanakan diluncurkan secara resmi dalam agenda M4CR pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Turki pada November 2026.
Peluncuran tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekosistem mangrove Kaltara dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Melalui proyek ini, M4CR mendorong pengembangan potensi karbon mangrove dengan tetap mengedepankan perlindungan ekosistem, keterlibatan masyarakat, serta pembagian manfaat yang jelas dan berkeadilan.
Peliput: Raden




