BerandaBolselBeda Pilihan Jangan Bermusuhan, Pesan Adlun Katili Jadi Pengingat Warga Pangia

Beda Pilihan Jangan Bermusuhan, Pesan Adlun Katili Jadi Pengingat Warga Pangia

DetailNews.id, Bolsel – Menjaga hubungan kekeluargaan di tengah perbedaan dukungan politik menjadi pesan yang disampaikan calon Sangadi Desa Pangia, Adlun Katili, menjelang pelaksanaan Pemilihan Sangadi (Pilsang) di Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Pesan tersebut disampaikan Adlun melalui unggahan status WhatsApp yang disertai foto. Dalam unggahannya, ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan saling menghujat maupun merusak hubungan persaudaraan.

Adlun menegaskan, keikutsertaannya dalam kontestasi Pilsang bukan untuk mencari lawan atau menciptakan permusuhan, melainkan membawa niat dan harapan bagi desa.

“Kami tidak datang untuk mencari musuh, tetapi hadir membawa niat dan harapan. Jika ada yang memilih jalan hujatan, maka biarkan kami tetap berjalan dengan kesadaran dan harga diri,” demikian pesan yang tertulis dalam unggahannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetisi politik di tingkat desa perlu dijalani dengan sikap dewasa. Perbedaan dukungan semestinya menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat, bukan pemicu perselisihan antarmasyarakat.

Dalam pemilihan Sangadi, setiap warga memiliki hak menentukan pilihan sesuai keyakinan masing-masing. Begitu pula para calon, yang memiliki kesempatan menyampaikan visi, gagasan, serta komitmen untuk membangun desa.

Namun, dinamika politik tersebut diharapkan tidak menghilangkan nilai kebersamaan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat. Sebab, siapa pun yang didukung, warga Desa Pangia tetap akan hidup berdampingan sebagai tetangga, keluarga, dan bagian dari satu lingkungan sosial.

Pemilihan Sangadi juga menjadi momentum menentukan arah pembangunan desa ke depan. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga suasana tetap aman, damai, dan saling menghormati selama tahapan pemilihan berlangsung.

Pada akhirnya, jabatan Sangadi memiliki masa pengabdian, sedangkan hubungan persaudaraan antarmasyarakat jauh lebih panjang. Kemenangan dalam kontestasi tidak seharusnya dibayar dengan rusaknya ikatan kekeluargaan.

Demokrasi yang bermartabat bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir pemilihan, tetapi juga oleh cara setiap pihak menghargai perbedaan dan menjaga persatuan.

Peliput : Dodi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments