DetailNews.id, Sulut – Konsolidasi internal Partai Golkar di Sulawesi Utara terus diperkuat hingga ke tingkat akar rumput. Di tengah beredarnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) melalui sebuah flayer di media sosial, jajaran Golkar Sulut memastikan tetap solid dan fokus menjalankan agenda organisasi.
Sekretaris DPD Partai Golkar Sulut, Aditya Anugrah Moha (ADM), menegaskan informasi mengenai Munaslub tersebut tidak benar alias hoaks. Ia meminta seluruh kader tidak mudah terpancing isu yang sumber dan kebenarannya tidak jelas.
Menurut ADM, setiap dinamika internal partai telah memiliki mekanisme tersendiri sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Karena itu, beredarnya informasi tersebut dinilai tidak akan memengaruhi kekompakan kader Golkar di Sulut.
“Kami Partai Golkar belajar banyak tentang kedewasaan berpolitik. Semua mekanisme dan dinamika internal sudah diatur dengan sangat terhormat di dalam AD/ART partai. Jadi isu yang berkembang tidak akan menggoyahkan kekompakan kader Partai Golkar. Saya pastikan seluruh jajaran Golkar di Sulut tetap tegak lurus menjalankan agenda organisasi di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia,” tegas ADM, Minggu (8/11/2026).
Ia menjelaskan, penguatan konsolidasi dilakukan mulai dari lingkungan RT/RW hingga desa. Langkah ini bertujuan memastikan partai tetap hadir di tengah masyarakat sekaligus memperjuangkan aspirasi rakyat.
ADM menilai energi dan kekuatan kader sebaiknya diarahkan untuk memperkuat organisasi, bukan tersita oleh polemik yang belum terbukti kebenarannya.
“Bagi kami di Sulut, energi Partai Golkar terlalu berharga jika hanya dipakai untuk menanggapi isu-isu rekaan. Untuk itu kami ingin mengajak seluruh kader Golkar Sulut, baik dari pelosok desa hingga kota, mari kita tutup rapat barisan. Kita jaga rumah bersama ini dengan penuh rasa kekeluargaan, tegak lurus, dan tetap satu komando,” sambungnya.
Ia pun mengingatkan seluruh kader agar tidak terpancing provokasi. Menurutnya, menjaga persatuan dan menghadirkan kerja politik yang bermanfaat bagi masyarakat harus menjadi prioritas seluruh jajaran partai.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia turut membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan konspirasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto melalui kasus penyadapan ilegal.
Bahlil meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus mengungkap pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan terhadap dirinya.
“Saya minta kepada aparat kepolisian, keamanan, untuk diusut tuntas, dibuka aja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Diusut aja,” kata Bahlil saat menghadiri pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyebut pihak yang menurutnya menyebarkan fitnah dengan istilah “abuleke”, yang dikenal di wilayah Maluku dan Papua untuk merujuk pada orang yang suka menipu atau berbicara tanpa dasar.
Bahlil menduga tuduhan yang menyeret namanya dalam kasus penyadapan sengaja dibangun untuk membentuk persepsi negatif terhadap dirinya dan melemahkan Partai Golkar.
“Ini mereka ingin membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa atur penyadapan, sementara saya juga ikut disadap. Abuleke ini, asli abuleke, ini asli abuleke ini. Kreatif dikit gitu lho,” ujarnya.
ADM kembali menegaskan bahwa Golkar Sulut tidak akan terpengaruh oleh isu tersebut. Seluruh kader diminta tetap menjaga kekompakan dan menjalankan agenda organisasi di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
Peliput : Dade




