DetailNews.id, Boltim – Upaya Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendorong sektor pertambangan rakyat sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat mendapat apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., melalui penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertambangan Rakyat dalam ajang PWI Sulut Award 2026.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, pada acara Gala Dinner dan PWI Sulut Award di Kantor Sekretariat PWI Sulawesi Utara, Sabtu (7/11/2026).
Bupati Oskar diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Boltim, Haris Pratama Sumanta, S.T., M.T. dalam menerima penghargaan tersebut. Haris didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Boltim, Moh. Rezhah Mamonto, S.Kom., M.Si.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas perhatian dan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertambangan rakyat menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Boltim memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup besar, terutama dengan keberadaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Potensi tersebut dinilai strategis untuk membuka peluang usaha, menciptakan sumber pendapatan, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Namun, pemanfaatan potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang terarah dan bertanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Boltim memandang bahwa pengembangan pertambangan rakyat harus memperhatikan kepentingan masyarakat, kepastian hukum, serta kelestarian lingkungan.
Karena itu, aktivitas pertambangan tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga perlu ditata sesuai regulasi yang berlaku. Legalitas usaha, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan menjadi aspek penting agar kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Penghargaan dari PWI Pusat ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Boltim untuk terus memperkuat program pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pengakuan tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Peliput : Amingsih




