Kamis, Februari 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraAdat dan Pembangunan Harus Sejalan, Rapimwil TBBR Kaltara Jadi Momentum Penguatan Persatuan...

Adat dan Pembangunan Harus Sejalan, Rapimwil TBBR Kaltara Jadi Momentum Penguatan Persatuan Dayak

DetailNews.id, Malinau – Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Provinsi Kalimantan Utara resmi digelar dan ditutup pada Senin (9/2/2026) di Tajan Frank Park, Kabupaten Malinau. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh nuansa adat Dayak.

Ketua DPW TBBR Kaltara, Mangku Muriono Ibit, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta jajaran pengurus yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya selaku Ketua DPW TBBR Provinsi Kalimantan Utara mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Utara, Bapak Bupati Malinau, Kapolres Malinau, Dandim Malinau, Anggota DPRD Kabupaten Malinau, serta DPP TBBR yang diwakili Bang Moses Thomas,” ujar Muriono.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus DPD TBBR se-Kalimantan Utara, yakni DPD Malinau, Bulungan, Tana Tidung (KTT), dan Nunukan, seluruh unsur KSB dan Bagelar Adat, serta Sanggar Tari Luluyum yang turut memeriahkan acara dengan pertunjukan seni tradisional.

Rapimwil kali ini mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Organisasi Menuju TBBR yang Solid, Mandiri dan Bermartabat di Kalimantan Utara.” Tema tersebut diangkat sebagai respons atas dinamika dan tantangan perkembangan zaman yang menuntut organisasi semakin adaptif dan solid.

Muriono menegaskan bahwa TBBR merupakan organisasi yang menjunjung tinggi adat dan budaya, serta berkomitmen mempertahankan hak, harkat, dan martabat masyarakat Dayak di Tanah Dayak. Ia mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan dalam menjalankan roda organisasi.

Gubernur Apresiasi Peran Strategis Organisasi Adat

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Zainal A. Paliwang, yang hadir dan secara resmi membuka Rapimwil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum konsolidasi organisasi adat tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Malinau Wempi Wemawa, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta jajaran pengurus TBBR dari berbagai daerah di Kaltara.

“Organisasi adat tidak hanya berperan menjaga tradisi dan melestarikan budaya, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Zainal.

Menurutnya, Rapimwil menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja organisasi adat dengan arah kebijakan pembangunan daerah, agar adat dan tradisi tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Organisasi adat punya posisi penting untuk menciptakan keharmonisan di tengah keberagaman. Perannya harus terus berjalan seiring perubahan zaman supaya adat tidak hilang dimakan waktu,” ujarnya.

Sebagai tanda dibukanya kegiatan, Gubernur Zainal secara simbolis memukul gong, didampingi Ketua DPP TBBR James Mark, Ketua DPW TBBR Kaltara Mangku Muriono Ibit, Bupati Malinau, serta para tamu undangan.

Sementara itu, Bupati Malinau Wempi Wemawa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan peran organisasi adat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Menurut Wempi, organisasi adat memiliki posisi penting sebagai penjaga nilai, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Dayak. Ia menilai pembangunan tidak boleh mengabaikan akar budaya karena budaya merupakan fondasi dalam menjaga jati diri dan persatuan masyarakat.

“Organisasi adat harus terus memperkuat konsolidasi, baik dari sisi keanggotaan maupun visi dan misi, agar mampu bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan kepentingan bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Malinau, lanjutnya, secara konsisten membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi adat, keagamaan, sosial, dan politik, agar setiap program pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga mengajak TBBR untuk mendukung program prioritas daerah seperti program wajib belajar Malinau Maju, yang diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, termasuk dari generasi muda Dayak.

Rapimwil DPW TBBR Kaltara diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat peran organisasi adat dalam menjawab tantangan pembangunan, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments