DetailNews.id, Tarakan – Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak masyarakat yang terhubung ke internet. Ponsel pintar, media sosial, dan berbagai aplikasi digital telah menjadi bagian dari keseharian.
Namun, di tengah laju perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), muncul tantangan baru: tidak semua orang memiliki kesempatan dan bekal yang sama untuk memahami dan memanfaatkan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Ancaman penipuan digital, misinformasi, hingga kebingungan menghadapi teknologi baru menjadi realitas yang dihadapi banyak orang di berbagai daerah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama transformasi digital hari ini bukan lagi semata soal akses, melainkan soal kesiapan dan pendampingan. Tanpa penguatan literasi digital yang merata, potensi besar teknologi berisiko belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, baik untuk pengembangan diri, pendidikan, maupun pertumbuhan ekonomi lokal.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Nokia dan Kemkomdigi menghadirkan Generasi Terkoneksi (GENsi) di Kota Tarakan sebagai upaya memperkuat literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI) di tingkat lokal.
Program ini mengombinasikan pelatihan tatap muka berbasis kampus dengan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS), untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan penggerak literasi digital di daerah.
Setelah pelaksanaan perdana di Palembang pada awal 2026, GENsi kini hadir di Tarakan dan berlangsung pada 10 Februari di Universitas Borneo Tarakan, diikuti oleh sekitar 150 peserta dari perguruan tinggi mitra serta sekolah-sekolah menengah di sekitarnya.
Kehadiran GENsi di Tarakan menegaskan komitmen untuk memastikan penguatan kapasitas digital menjangkau lebih banyak wilayah, seiring tumbuhnya peran ekonomi digital di berbagai daerah Indonesia.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali berbagai materi utama, mulai dari literasi digital dasar dan keamanan digital, pengenalan AI dan AI agents, hingga etika serta penggunaan AI yang bertanggung jawab. Tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, peserta juga diajak mempraktikkan pemanfaatan AI melalui pendekatan low/no-code untuk membantu memecahkan isu-isu lokal.
Dari proses ini, peserta didorong untuk mampu merancang solusi sederhana, seperti chatbot, yang relevan dengan kebutuhan komunitas mereka.
Untuk memastikan dampak jangka panjang, GENsi menyiapkan hingga 20 GENsi Digital Trainers yang akan menjadi penggerak literasi digital dan AI di lingkungan kampus maupun komunitas.
Para trainer ini diharapkan dapat melanjutkan sesi berbagi pengetahuan di wilayah masing-masing, sehingga manfaat program tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus bergulir dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain kegiatan tatap muka, GENsi juga memperluas jangkauan melalui platform pembelajaran mandiri berbasis LMS. Melalui akses digital yang lebih fleksibel, program ini menargetkan hingga 10.000 pembelajar dari berbagai daerah di Indonesia, agar semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas digitalnya sesuai dengan kebutuhan dan konteks masing-masing.
“Di banyak tempat, akses digital sudah semakin luas. Tantangannya sekarang adalah memastikan masyarakat siap memanfaatkannya. Melalui GENsi, kami ingin memperluas literasi digital dan AI secara inklusif, khususnya di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, agar talenta lokal bisa tumbuh dan berkontribusi langsung pada ekonomi digital yang berkelanjutan,” ujar Yogo Pandego Bagus Widodo, Acting Officer Head of Circle Kalisumapa sekaligus SVP Head of Prepaid Sales & Distribution Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison
“Kolaborasi bersama Nokia, BPPTIK Komdigi, serta Kumpul mencerminkan semangat gotong royong lintas sektor untuk membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan hybrid, pengembangan GENsi Digital Trainers, serta perluasan jangkauan melalui LMS, kami berharap dampak program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh lebih banyak komunitas di berbagai daerah,” tambahnya.
Dalam kolaborasi ini, Indosat bertindak sebagai inisiator dan pemilik program. Nokia berperan sebagai mitra strategis yang mendukung penguatan literasi digital dan AI sekaligus menghadirkan perspektif industri teknologi dan jaringan.
Dari sisi pemerintah, BPPTIK Komdigi terlibat sebagai mitra dalam penguatan kapasitas dan literasi digital yang selaras dengan agenda nasional. Sementara itu, Kumpul berperan sebagai mitra pelaksana program, mendukung desain pembelajaran, fasilitasi kegiatan, serta pendampingan komunitas.
Melalui GENsi, Indosat menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga mendampingi masyarakat Indonesia agar semakin siap memanfaatkan teknologi digital dan AI secara bermakna, baik untuk kehidupan sehari-hari, pengembangan komunitas, maupun masa depan ekonomi digital yang lebih inklusif. (*)
Peliput: Raden






